Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Lewat Gerakan Keluarga Tangguh, Nasyiah Bantu Selesaikan Masalah Bangsa

Lewat Gerakan Keluarga Tangguh, Nasyiah Bantu Selesaikan Masalah Bangsa

MUHAMMADIYAH. IDPALEMBANG - Salah satu keputusan muktamar Nasyiatul Aisyiyah di Yogyakarta tahun 2012 adalah 10 komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah. Menurut Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Komitmen kader menjadi cambuk bagi para kader untuk meningkatkan kompetensi diri dan memantaskan diri jadi kader umat dan kader bangsa.
 
"Berat menjadi kader Nasyiah,  namun jika dijalani dengan bahagia akan terasa ringan," tutur Diyah mengawali sambutannya pada pembukaan Tanwir 2 Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Swarna Dwipa, Palembang pada Jumat (8/11).
 
Tanwir adalah musyawarah tertinggi kedua setelah muktamar, dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sumatera Selatan bersedia menjadi tuan rumah yang didukung oleh seluruh komponen Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah tersebut
 
Sebelum kegiatan tanwir, lanjut Diyah, Nasyiah sudah mengadakan 4 kegiatan yang sudah dilaksanakan kemarin Kamis (7/11) di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di antaranya sosialisasi pedoman administrasi, kopdar Literasi, workshop keprotokolan , dan workshop kemitraan. 
 
Tanwir di Kalimantan Selatan pada November 2017  menghasilkan Manifesto Banjarmasin yang merupakan sikap terhadap kondisi bangsa untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dalam tanwir tersebut juga dirumuskan 10 Pilar Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah (KMTNA)
 
"Gerakan Keluarga Muda Tangguh untuk Kesejahteraan Bangsa yang menjadi tema pada tanwir kali ini telah disesuaikan dengan kondisi negara saat ini," jelas Diyah.
 
Berdasarkan laporan tim kesekretariatan, kegiatan tanwir ini dihadiri seluruh kader Nasyiah yang berjumlah 200 orang dan ada 3 Pimpinan Wilayah  yang tidak dapat hadir yaitu Papua, Kalimantan Utara, dan Bali. Selain itu beberapa peserta mengajak keluarga terutama anak-anak dan panitia telah menyiapkan ruangan educare untuk tempat mengasuh anak-anak.
 
"Nasyiah adalah putrinya Muhammadiyah - Aisyiyah dalam masa produktif dengan rentang usia  17 – 40 tahun. Hal Ini menjadi tantangan bagi Nasyiah untuk menunjukkan berkontribusi dalam dunia usaha," ungkap Diyah.
 
"Nasyiah melalui BUANA (Badan Usaha Milik Nasyiah) memiliki usaha yang bergerak dalam bidang kuliner, fashion, jasa, dan ini bertujuan  untuk memberdayakan kader Nasyiah di wilayah maupun daerah," lanjut Diyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *