Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Mengurai Kusutnya Kartel Peternak Ayam, Muhammadiyah Canangkan Program Bronikmu

Mengurai Kusutnya Kartel Peternak Ayam, Muhammadiyah Canangkan Program Bronikmu

MUHAMMADIYAH.ID, KLATEN — Kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan MajelisPemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk melaunching jama’ah ternak ayam organis Muhammadiyah (Bronikmu) di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten padaSelasa(5/11).

Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Husni Tamrin menyambut launching ini dengan rasa syukur, pasalnya ini menjadi program yang kali pertama ada dan diprakarsai oleh MPM di wilayahnya.

BronikMu sendiri, merupakan jenis ayam sayur yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis ayam broiler lain. Diantaraya adalah waktu produksidan pelihara yang singkat, tekstur daging ayam yang hampir sama dengan daging ayam kampung, serta masa pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan ayam lain yang sejenis.

“Ayam sayur ini dikelola dengan cara organik, sama sekali tidak menggunakan pestisida. Sehingga menzerokan zat kimia yang terkandug di daging ayam. Karena untuk pakan dan vaksinasinya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari buah dan sayur,” tuturnya.

Ternak jenis ayam Bronik dinilai efisien, karena mulai dari tebar sampai panen dibutuhkan waktu sekitar 24-25 hari dan bobot ayam per ekornya sudah mencapai 1,4 kg. Program yang dijalanakan ini rencananya akan dilakukan secara simultan ke daerah-daerah lain, di seluruh Klaten. Dan tidak menutup kemungkinan untuk dijalankan secara nasional.

Sementara, dari PDM Klaten yang diwakili oleh Abdul Rodhi menyebutkan bahwa, program ternak ayam BronikMu ini menjadi yang kali pertama ada di PDM Klaten. Dirinya merasa bangga dan berharap program ini berhasil dan terus meluas dan mempengaruhi daerah-daerah lain. Sehingga warga persyarikatan dan masyarakat umum lainnya semakin sejahtera.

Ia juga berpesan untuk membuat pembeda antara produk yang dikelola oleh Muhammadiyah dengan produk sejenis lainnya. Menurutnya,ini perlu sebagai positioningproduk Muhammadiyah di pasar, sehingga konsumen sudah mampu membedakan mana produk Muhammadiyah dan yang tidak.

Menyambung, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin menjelaskan, konsep jama’ah ternak Muhammadiyah merupakan kepanjangan aksi dari strategi atau metode dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah, Gerakan Jama’ah Dakwah Jama’ah (GJDJ). Yamin menganggap penting hal ini untuk diterapkan, karena ajaran Islam harus disebarkan keseluruh penjuru bukan hanya di masjid-masjid.

Persebaran dakwah Islam ‘diluar masjid’ ini yang serius digarapa oleh MPM, diharapkan konsep Islam sebagai rahmatan lil alamiin mampu mengisi ruang-ruang kosong umat Islam di manapun berada. Karena selain mengisi dan mengguyur iman umat dengan tauhid murni, metode dakwah ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan umat. Sehingga umat Islam terbebas dari ketertindasan, baik secara kultural maupun struktural.

“Jama’ah ternak ayam BronikMu ini sebagai usaha untuk mengurai kusutnya kartel peternak ayam di Indonesia. Selain jama’ah ternak, MPM atau Muhammadiyah juga membuat jama’ah tani. Bukan hanya di sawah, Muhammadiyah juga memperluas jaringan dakwahnya di hutan, di laut dan di lereng-lereng gunung,” katanya.

Yamin juga memuji keberhasilan jama’ah ternak Bronikmu Klaten, dimana sebelumnya telah melakukan uji coba dengan keberhasilan 100%. Dari keberhasilan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan umat kepada Muhammadiyah melalui Lazismu untuk menyalurkan zakatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *