Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Masjid Muhammadiyah Harus Mencerahkan

Masjid Muhammadiyah Harus Mencerahkan

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Memberi sambutan dalam Ground Breaking Pembangunan Masjid At-Tanwir di Komplek Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Kamis (17/10) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar masjid-masjid milik Muhammadiyah harus kembali diperkuat dengan nilai-nilai keagamaan yang mencerahkan (At-Tanwir).

“Siapkan berbagai program, semoga di masjid ini benar-benar terpancar nilai-nilai Islam yang  mencerahkan. Semoga para mubaligh Muhammadiyah memberikan khotbah yang mencerahkan, yang membuat orang semakin kaya hablum minallah-nya, juga semakin kaya kemanusiaannya, ihsan, bukan menjadikan masjid sebagai tempat marah-marah, menghujat dan mengeluarkan aura-aura yang tidak menggambarkan pencerahan. Muhammadiyah harus harus memberikan contoh,” nasihat Haedar Nashir.

Haedar mengaku bahwa pembangunan Masjid At-Tanwir adalah tanda bahwa Muhammadiyah akan mulai serius mengurusi masjid-masjid miliknya agar menggambarkan dakwah Islam sesuai visi pandangan Muhammadiyah yang moderat, berkemajuan dan mencerahkan.

“Muhammadiyah sering dikritik sibuk membangun sekolah, universitas dan rumah sakit yang bagus-bagus tapi lupa membangun masjid. Ini kami ingin memulai, mengembangkan masjid-masjid kita mulai dari Masjid At-Tanwir,” ungkap Haedar.

“Yang jelas dari masjid ini kita arahkan semua kekuatan bangsa untuk mengawal bangsa ini agar bisa maju, bersatu dan makin cerdas, karena lima sampai sepuluh tahun ke depan semakin banyak tantangan, jadi perlu membangun karakter. Ini poinnya. Muhammadiyah akan tetap konsisten mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa melalui berbagai amal usahanya dan sekarang kami mendorong spiritualisasi masjid-masjid Muhammadiyah yang melahirkan optimisme dan persatuan bangsa,” imbuhnya.

“Fungsi masjidnya yang penting. Muhammadiyah ingin mengawal hasil dari Tanwir Bengkulu yang menegaskan Islam sebagai agama pencerahan, agama harus mencerahkan tindakan, pikiran, dan hati nurani,” tutup Haedar. (afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *