Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Pemuda Muhammadiyah Surabaya Diminta Menjadi ‘Bonek’ yang Berkarya

Pemuda Muhammadiyah Surabaya Diminta Menjadi ‘Bonek’ yang Berkarya

MUHAMMADIYAH.ID, SURABAYA — Achmad Rosyidi, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya bakar semangat kader-kader PDPM untuk menjadi ‘Bonek’ yang berintelek dan mampu berkarya.

Menurutnya, berjalannya roda kepengurusan organisasi harus dijalani dengan semangat tidak kenal lelah. Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang masyarakatnya dikenal  “Arek Bonek” yang memiliki semangat juang diatas rata-rata harus diarahkan kepada kebaikan, sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Pemuda Muhammdiyah harus jadi ‘Bonek’ yang berkarya. Buktikan Pemuda Muhammadiyah adalah anak muda yang berintelektual,” ungkap Rosyidi pada siaran pers yang diterima tim Muhammadiyah.id padaSelasa(15/10)

Sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di Surabaya, Rosyidi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Surabaya untuk bisa bersatu dan secara bersama-sama memperbaiki dan menjawab segala persoalan yang dihadapi masyarakat Surabaya.

Menyinggung peran Pemuda Muhammadiyah dalam percaturan politik, ia berharap kepada kader-kadernya untuk senantiasa aktif. Bukan hanya sebagai penonton, atau kelompok sorak saja. Sehingga pengetahuan mengenai perpolitikan yang terjadi disekelilingnya bisa lebih mendalam, dan tidak hanya ikut-ikutan.

Maka, diperlukan jaringan yang kuat, baik kepada internal maupun eksternal Muhammadiyah.

Achmad Rosyidi sendiri dilantik oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur pada, Ahad 13 Oktober 2019. Hadir dalam acara itu, Kombes Pol Sandi Nugroho (Kapolrestabes Surabaya), Zayyin Chudlori (Ketua PDM Surabaya), Mayor Arh Sumarjo (Kasiter Rem 084/Bhaskara Jaya), dan OKP Kota Surabaya.

Memberi sambutan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengajak kepada seluruh masyarakat, khususya warga Persyarikatan Muhammadiyah bisa ikut menjaga stabilitas, persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih NKRI sebagai negara yang majemuk, Sandi meminta kepada para pemuda agar menginsyafi perbedaan sebagai anugerah.

“Jadikan setiap perbedaan sebagai anugerah dan amanah yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *