Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Ketika Dubes Iran Penasaran Tentang Konsep Moderasi Islam Ala Muhammadiyah

Ketika Dubes Iran Penasaran Tentang Konsep Moderasi Islam Ala Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Berkunjung ke Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, Selasa (15/10) Duta Besar Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia H.E. Mr. Mohammad Khosh Heikal Azad menyatakan rakyat Iran lazimnya mengenal nama besar organisasi Muhammadiyah.

“Saya sangat senang dapat berkunjung hari ini, nama Muhammadiyah sangat terkenal (di Iran) karena aktivitas pengkhidmatan dan pelayanan yang dilakukan Muhammadiyah kepada masyarakat,” puji Mohammad Khosh.

Bersama Senior Diplomat Mr. Behrouz Nikpour dan Public Diplomacy Section Mr. Ali Pahlevani Rad, Mohammad Khosh disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti.

Dalam pertemuan tersebut, Khosh bertukar pandangan mengenai moderasi Muhammadiyah dalam keyakinan dan pengamalan Islam.

“Moderasi dalam istilah kami adalah Islam Rahmani. Presiden kami (Hassan Rouhani) menekankan pentingnya pengamalan Islam rahmatan lil alamin yang menolak semua ekstrimisme dan radikalisme, berlaku moderat, mengedepankan diskusi seperti Wasathiyah Islam Muhammadiyah.  Timur Tengah saya kira membutuhkan itu,” ungkap Khosh.

Menanggapi Mohammad Khosh, Haedar Nashir mengapresiasi usaha Iran dalam memperjuangkan persatuan umat melalui dialog, moderasi dan saling membuka wawasan.

“Yang utama, negara-negara muslim bisa maju jika pendidikannya maju, juga sangat bagus jika negara-negara muslim dalam menghadapi peta politik global bisa saling menyangga satu sama lain seperti perintah Qur’an kaum beriman adalah wali bagi kaum beriman yang lainnya. Itu pentingnya dialog dan saya berharap OKI (organisasi Islam dunia) bisa memainkan peran untuk itu. Kami percaya Iran sebagai negara maju dan kelanjutan tradisi Islam yang besar di masa lalu dapat memainkan peran dalam perdamaian dunia,” tutur Haedar.

Kepada Haedar, Mohammad Khosh mengaku Iran telah melakukan berbagai upaya moderasi meski respon yang diterima kadang tidak sesuai harapan. Lebih lanjut, Khosh ingin hubungan antara Iran, Indonesia terutama Muhammadiyah semakin erat dalam bidang ekonomi dan pertukaran budaya.

“Melalui pertemuan ini kami ingin menekankan keakraban hubungan antara Iran dan Indonesia, dan kami ingin terciptanya persatuan umat Islam,” pungkas Khosh. (afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *