Senin, 21 Oktober 2019
Home/ Berita/ Gelar Safari Ideologi, PCM Pejagoan Silaturahim ke PP Muhammadiyah

Gelar Safari Ideologi, PCM Pejagoan Silaturahim ke PP Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pejagoan  pada Selasa (8/10) silaturahim ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro No 23 Yogyakarta.
 
Gagasan kunjungan ini dicetuskan oleh PD Pemuda Muhammadiyah Kebumen, untuk melaksanakan Safari Temu Tokoh Muhammadiyah.
 
Hadir menemui, Staff Sekretariat Kantor PP Muhammadiyah, Abdullah Mukti mengatakan, kunjugan tersebut memiliki nilai kebaikan, dan juga untuk mengetahui dinamika yang berkembang saat ini.
 
“Tujuan utamanya selain safari ideologi, ialah ingin mengetahui lansung bagaimana Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menanggapi berbagai hal, terutama dinamika persoalan bangsa yang saat ini terjadi,” jelas Mukti pada Selasa (8/10).
 
Selain menyambangi kantor PP Muhammadiyah, rombongan juga bersilaturahim dengan Buya Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah.
 
Ketua PCM Pejagoan, Slamet Jumadi, menyampaikan rasa gembiranya karena telah disambut dengan sangat ramah dan terbuka oleh Buya Syafii dan Suara Muhammadiyah.
 
“Kami sangat senang karena telah difasilitasi untuk bersilaturahmi dengan sesepuh di persyarikatan. Kami bersyukur karena hari ini bisa sowan Buya Syafii,” kata Slamet.
 
Dalam suasana yang penuh dengan kekeluargaan ini, Buya sekilas bercerita tentang perjalanan hidupnya yang berliku. Hidup dalam suka dan duka hingga itu semua mengantarkannya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1998-2005. Pengalaman hidup yang dilaluinya telah menjadi modal penting untuk mengurus Muhammadiyah.
 
“Mengurus Muhammadiyah itu sungguh berat, namun jika niatnya tulus, pasti membahagiakan,” kata Buya Syafii di hadapan peserta Safari. Buya Syafii menyampaikan rasa hormat dan terima kasih karena Muhammadiyah di Kebumen berkembang sangat baik, khususnya di bidang kesehatan.
 
Buya Syafii berpesan kepada peserta Safari agar membaca dijadikan kegemaran dan kebiasaan di dalam tubuh Muhammadiyah di semua tingkat. Tanpa membaca, kata Buya, orang akan mudah ikut-ikutan. Membaca adalah bagian penting dari ajaran agama Islam. semakin banyak yang dibaca akan semakin baik. Jika perlu, baca juga pendapat-pendapat yang berbeda agar ada perbandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *