Senin, 21 Oktober 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Terus Konsisten Tangani Pengungsi Wamena

Muhammadiyah Terus Konsisten Tangani Pengungsi Wamena

MUHAMMADIYAH.ID, WAMENA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) turut menangani bencana konflik sosial yang terjadi di Wamena pada tanggal 29 September 2019 lalu. Akibat konflik tersebut, warga diharuskan untuk mengungsi ke berbagai tempat seperti di Jayapura, Biak dan Merauke. Muhammadiyah telah berikan bantuan sejak awal kejadian kepada para pengungsi.

Suparman selaku Koordinator Pos Koordinasi (Poskoor) Muhammadiyah Jayapura menerangkan bahwa Muhammadiyah Jayapura telah menyalurkan bantuan melalui pengelola tempat pengungsian seperti di Aula Lanud dan Aula Batalyon 751/Raider “Selain itu kami juga memberikan santunan kepada para korban terluka yang saat ini masih di rawat di RSUD Dok II Kota Jayapura” jelas Suparman.

Dalam memberikan bantuan, Muhammadiyah selalu membawa doktrin Al – Maun seperti yang telah diajarkan KHA. Dahlan bahwa memberikan bantuan tanpa memandang perbedaaan etnis dan agama. Hal ini juga ditegaskan oleh Tri Mulyadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jayapura.

“Muhammadiyah Jayapura hadir dalam setiap kejadian bencana. ketika terjadi banjir bandang tahunlalu di Sentani ini kami memberikan bantuan kepada warga terdampak yang sebagian besar warga asli Papua dan bukan beragama Islam,” tegasnya.

Pada penanganan penyintas, Muhammadiyah lebih memperhatikan pada aspek non fisik terutama pada kebutuhan  psikologis. Strategi ini dilakukan karena melihat sudah banyak lembaga sosial dan amsyarakat yang memberikan bantuan dalam bentuk barang. Menurut Naibul Umam dari MDMC PP Muhammadiyah saat mendampingi di Jayaputa menerangkan bahwa Muhammadiyah mengambil peran dan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penyintas.

“Kami telah melakukan kajian kebutuhan dan pilihannya adalah memberikan bantuan dalam bentuk pemulihan kondisi psikologis penyintas,” terang Naibul Umam saat itu.

Sasaran yang diutamakan adalah anak – anak, sehingga memutuskan untuk memeberikan bantuan berupa permainan dan buku bacaan seperti majalah dan komik.

Naibul juga menerangkan bahwa adanya bantuan akan sangat membantu meringankan beban penyintas, namun perlu perhatikan bahwa tidak semua barang bantuan yang diberikan dapat dibawa pulang oleh penyintas menuju daerah asal mereka karena adanya aturan batas maksimal bagasi pesawat “Sebagian besar penyintas berasal dari Sumatera, Sulawesi dan Jawa yang ditampung sementara di lokasi pengungsian sebelum mereka kembali ke daerah asal masing – masing,” imbuhnya.

Selain memberikan bantuan berupa pemulihan psikis, Muhammadiyah juga berikan bantuan berupa buah – buahan secara rutin untuk menjaga asupan gizi yang berimbang bagi para penyintas. Lebih lanjut Suparman menyatakan bahwa, sudah ada keluhan diantara mereka yang kesulitan buang air besar.

“Ini kami lakukan agar kesehatan mereka tetap terjaga karena setelah dari pengungsian mereka juga harus menempuh perjalanan jauh kembali ke daerah asal,” jelas Suparman yang juga bekerja sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Jayapura.

Bahkan urusan kesehatan, di lokasi pengungsian telah disediakan tenaga medis baik dokter mapun perawat yang setiap saat dapat memebrikan bantuan medis bagi penyintas. Sebagian keluhan penyintas saat ini berupa pusing – pusing dan batuk terutam dialami oleh kelompok orang dewasa dan lansia. Namun demikian secara umum penyintas dalam kondisi sehat. (nu1102)

Reporter : Azza

Fotografer : Tim Media MDMC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *