Senin, 21 Oktober 2019
Home/ Berita/ Gelar Rapat Tinggi Ekonomi, BTM Muhammadiyah Rekomendasikan Tujuh Poin Gerakan

Gelar Rapat Tinggi Ekonomi, BTM Muhammadiyah Rekomendasikan Tujuh Poin Gerakan

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN – Membuktikan wujud nyata Muhammadiyah dalam usaha memutus ketidakadilan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang terjadi di masyarakat, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengeluarkan tujuh poin rekomendasi dalam gerakan ekonomi Muhammadiyah di masyarakat bawah, Sabtu (21/9).

Dalam gelaran puncak Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 yang diadakan di Pekalongan Jawa Tengah sejak Kamis (19/9), tujuh butir rekomendasi dimaksudkan sebagai pengejewantahan misi bakti Muhammadiyah kepada negeri melalui pilar ketiganya, yaitu bidang ekonomi.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah diharapkan segera mengeluarkan kebijakan yang konkrit dalam membangun sinergi ekonomi, yaitu mendorong kepada Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM menempatkan dananya sebesar 25 persen di seluruh jaringan BTM nasional,” ujar Ketua Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah Achmad Suud.

Tujuh rekomendasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertama, dukungan kepada kebijakan pemerintah terhadap pengembangan keuangan inklusif dalam mendorong pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, permohonan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengeluarkan kebijakan konkrit dalam pembangunan sinergitas ekonomi, yaitu mendorong kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menempatkan dananya sebesar 25 persen di seluruh jaringan BTM nasional.

Ketiga, sebagai keputusan Muktamar ke-48, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah diharapkan memperjuangkan penguatan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) dalam membentuk satu BTM pada setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

Keempat, seluruh pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan diharapkan memiliki perhatian dalam pengembangan BTM dan mendorong kerjasama serta sinergi Amal Usaha Muhammadiyah dengan BTM, sehingga tercipta pengelolaan keuangan AUM yang selektif, efesien, dan halal sehingga kontribusi Amal Usaha Muhammadiyah terhadap persyarikatan lebih terencana, terukur dan optimal.

Kelima, sebagai peningkatan peran dan fungsi BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah serta strategi sustainable keuangan mikro, Induk BTM bersama kekuatan komponennya akan terus membangun tatakelola manajemen bisnis baru sebagai bagian dari itjihad ekonomi dan sekaligus menjawab industri digital 4.0.

Keenam, dalam menguatkan literasi keuangan syariah serta mendorong luasnya Gerakan Microfinance Muhammadiyah secara nasional, Induk BTM akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi demi terwujudnya satu PDM satu BTM.

Terakhir, dalam mendorong konsolidasi keuangan Muhammadiyah secara masif untuk mewujudkan terwujudnya sebuah Bank Umum Syariah milik Muhammadiyah, pengelolaan keuangan di Persyarikatan diharapkan berjalan sinergis sehingga memberikan manfaat optimal bagi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. (afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *