Kamis, 17 Oktober 2019
Home/ Berita/ Empat SM Corner Diresmikan Hanya dalam Waktu 36 Jam

Empat SM Corner Diresmikan Hanya dalam Waktu 36 Jam

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Suara Muhammadiyah sepertinya tidak pernah lelah untuk terus mengembangkan salah satu sayap bisnisnya, yaitu Suara Muhammadiyah Corner (SM Corner).

Setelah pekan lalu, meresmikan 2 SM Corner di Sumatera, yaitu di Bukittinggi dan Pekanbaru, kini SM corner kembali dibuka di 4 daerah sekaligus, yang di resmikan dalam putaran waktu 36 jam.

SM Corner pertama diresmikan di Cibiuk, Kabupaten Garut, Kedua, SM Corner Kota Bandung, Ketiga, SM Corner DKI Jakarta, dan keempat SM Corner Surakarta.

Pelaksanaan peresmian SM Corner diawali pada Sabtu pagi di Garut dan dilanjutkan sorenya di Kota Bandung (14/09). Kemudian pada Minggu paginya, diresmikan SM Corner Jakarta, dan dilanjutkan pada malam harinya, peresmian SM Corner Surakarta (15 /09).

Peresmian 4 SM Corner ini, menggenapkan jumlah 40 jaringan SM Corner di tanah air dan luar negeri. Deni Asyari, selaku Direktur Suara Muhammadiyah, dalam sambutannya mengatakan, bahwa keberadaan SM Corner yang terus hadir di berbagai daerah, menunjukkan kuatnya semangat warga Muhammadiyah untuk membangun tradisi enterpreneurship.

“Kami tadinya tidak pernah membayangkan,  keinginan warga Muhammadiyah semakin hari semakin banyak yang tertarik,” ungkapnya.

Deni menambahkan, keberadaan SM Corner merupakan semangat Suara Muhammadiyah, untuk mengembalikan tradisi literasi dan ekonomi di lingkungan Muhammadiyah. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah awal, salahsatunya ditopang oleh 2 kekuatan ini, yakni tradisi literasi dan tradisi ekonomi.

Sementara itu, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut, dalam sambutannya, mengapresiasi adanya SM Corner di Cibiuk Garut, sebab menurutnya, kehadiran SM Corner akan semakin memperkuat syiar dakwah Muhammadiyah di wilayah Garut pada khususnya.

Sedangkan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bandung, begitu apresiasi atas peresmian SM Corner ini, menurutnya, kehadiran SM Corner merupakan sebuah langkah awal, untuk membangun tradisi ekonomi di lingkungan Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah, yang membidangi ekonomi, Anwar Abbas, yang hadir dalam kegiatan peresmian SM Corner Bandung, juga meminta, agar kehadiran SM Corner, bisa dimanfaatkan warga Muhammadiyah, meningkatkan produktifitasnya dalam mengembangkan ekonomi. “Saya atas nama PP Muhammadiyah, mengapresiasi keberadaan SM Corner ini, dan tentu keberadaan SM Corner ini, juga harus diikuti dengan produktifitas aktovitas ekonomi warganya,” tutur Anwar Abbas.

Senada dengan Anwar Abbas, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, KH Sun’an Miskan, dalam tausiahnya pada pembukaan SM Corner Jakarta, juga mengharapkan kehadiran SM Corner Jakarta, menjadi pemicu bagi tumbuhnya budaya literasi dan ekonomi. “Kita berharap, melalui SM Corner, budaya literasi dan ekonomi bisa digerakkan secara maksimal,” ungkapnya.

Harapan tumbuhnya literasi melalui SM Corner ini, juga disampaikan oleh Desvian Bandarsyah, Dekan FKIP Universitas Prof HAMKA Jakarta, menurutnya, kuantitas warga Muhammadiyah dalam bahasa politik yang berjumlah puluhan juta, belum seimbang dengan tingkat pembaca dan pelanggan majalah Suara Muhammadiyah, oleh karenanya, di tengah tantangan media yang semakin hebat saat ini, Desvian berharap, melalui SM Corner, ada efek bagi peningkatan jumlah pembaca dan pelanggan majalah SM, minimal bisa mencapai 100 ribu eksemplar.

Gagasan ini, kemudian diperkaya oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, yang diwakilkan oleh Ali Mufron, saat menyampaikan tausiyah saat pembukaan SM Corner Surakarta. Menurutnya, inti dari gerak Muhammadiyah adalah Dakwah. Sehingga apapun yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan amal usahanya, harus ada unsur dan nilai-nilai dakwah. Maka melalui SM Corner di Surakarta ini, perlu kita perkuat kembali gerakan dakwah Muhammadiyah melalui gerakan membaca dan berlangganan majalah Suara Muhammadiyah.

Dalam peresmian 4 SM Corner ini, juga mendapat apresiasi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, menurut Haedar Nashir, keberadaan SM Corner harus dijaga sebagai arah baru menghidupkan tradisi iqra dan enterprenership. ” hahikat literasi adalah Iqra’, maka adanya SM Corner ini, harus ada implikasi bagi peningkatan budaya baca dan tulis warga Muhammadiyah”, ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *