Kamis, 14 November 2019
Home/ Berita/ Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah Temanggung Raih Beragam Penghargaan dalam MONACO 2019

Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah Temanggung Raih Beragam Penghargaan dalam MONACO 2019

MUHAMMADIYAH.ID, TEMANGGUNG – Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Temanggung unit pendidikan MTs Al-Mu’min Muhammadiyah meraih Juara 1  pada Lomba Tartil yang diwakilkan oleh Aisyah Laila Khoirunnisa. Selanjutnya disusul dengan prestasi pada lomba Tapak Suci (TS), 5 dari 7 atlet yang dikirimkan memperoleh medali. 5 atlet tersebut adalah Ahmad Afifudin medali perak kelas E putra, Abyan Najmudin medali perak kelas F putra, Aditya Putra Bayu Segara Aji medali perunggu kelas A putra, Hilmi Fadhlurrohman medali perunggu kelas B putra, dan Naufal Adi Laksono medali perunggu kelas C putra.

Mereka yang meraih juara telah dibina dengan intensif oleh para pembina. Selain itu mereka juga dilatih untuk mengelola pembiasaan pagi yang mampu menanamkan jiwa kemandirian santri. “Saya meyakinkan kepada para santri bahwa MTs Al-Mu’min Muhammadiyah tembarak temanggung adalah jembatan meraih prestasi. Dari madrasah ini lahir santri-santri berprestasi. Kami menanamkan jiwa juang, kesungguhan, kemandirian, dan keberanian,” ungkap Samsul, Kepala MTs Al-Mu’min.

Moehi National Competition (Monaco) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Acara ini mengadakan serangkaian lomba yang ditujukan kepada siswa/I SMP dan SMA sederajat se-Indonesia. Tahun 2019 ini merupakan tahun ke-4 diadakannya Monaco.

Almira Yusriyyah, Panitia Monaco mengatakan ada ribuan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. “Kurang lebih 1147 total peserta yang terdata oleh panitia saat penutupan pendaftaran, peserta berasal dari Jogja dan sekitarnya (DIY), Surakarta, Kudus, Magelang, Pacitan, Surabaya, Kuningan, Cilongkok, Ngawi, Samarinda, Barito Kuala (Kalsel), Temanggung,” kata dia.

Muti’asih, Pembina Tartil mengungkapkan bahwa dalam Tartil perlu diperhatikan kelancaran membaca dengan memperhatikan tajwid tahsin. Selain itu yang tidak kalah penting adalah penguasaan tekhnik dan pengaturan nafas karena jika tidak terbiasa akan terfokus pada waqof dan mengakibatkan hilangnya suara/ kesan memaksakan nafas.

Fuad Al Amin, Pembina TS mengungkapkan bahwa dalam melatih butuh kesungguhan dan peorbanan serta senantiasa melibatkan Allah SWT dalam segala hal. "Lakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan, bisa jadi itu adalah pertandingan terakhir kalian," begitu pesan Fuad pada para santri. (Syifa)

Sumber : Riza Fitroh Kurniawan 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *