Minggu, 15 September 2019
Home/ Berita/ Mahasiswa Baru UHAMKA Harus Memiliki Wawasan Kebangsaan serta Kapasitas Keilmuan yang Luas

Mahasiswa Baru UHAMKA Harus Memiliki Wawasan Kebangsaan serta Kapasitas Keilmuan yang Luas

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Dalam rangka penyambutan mahasiswa baru, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menggelar   kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah perdana yang dilaksanakan pada Sabtu (7/9) di Kampus FKIP UHAMKA.

Kuliah perdana yang dihadiri kurang lebih 5.332 mahasiswa baru ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dengan mengangkat tema “Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Revolusi Industri 4.0 ’’

Basarah mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi dimensi mulai dari krisis kemiskinan, budaya,  moneter, tidak meratanya pendidikan bahkan krisi kemanusiaan. Hal itu tentu didasari dengan adanya perpecahan yang dilakukan sekelommpok orang untuk mengambil keuntungan dari luluh lantahnya nilai kesatuan dan persatuan yang sudah susah payah dibangun oleh para pendahulu kita.

Selain itu, belakangan ini terlalu banyak hal yang terjadi hingga hampir memporak porandakan nilai kesatuan dan saling menghormati antar sesama warga negara Indonesia yang sejatinya menganut dengan kental dasar pancasila serta UUD 1945.

Basarah mengungkapkan bahwa sejarah mencatat  kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran penting seorang pemuda. Pada tahun 1982 salah satunya, pemuda berkumpul sebagai insiator untuk membawa indonesia pada perubahan yang lebih baik sehingga lahirlah Sumpah Pemuda.

“Maka tentu pada momentum saat ini pemuda harus lahir dengan memiliki wawasan kebangsaan serta kapasitas keilmuan yang luas hingga sejarah akan mencatat rakyat Indonesia,” jelasnya.

Sebagai generasi milenial yang tentunya akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia kedepan, Basarah berharap mahasiswa baru UHAMKA dapat hadir ditengah-tengah persoalan bangsa sebagai sosok yang mampu menyelesaikan permasalahan bangsa sendiri secara mandiri.

“Generasi milenial bukan hanya harus hadir sebagai penggagas yang duduk dibawah lampu meja dengan pena dan kertas namun juga harus disertai dengan gebrakan sebagai implementasi dari gagasan tersebut,” tegasnya.

Oleh karena demikian, sebagai generasi penerus, mahasiswa baru UHAMKA harus mampu menjadi Hamka-Hamka dunia yang baru, yang akan kembali menorehkan sejarah dalam peradaban yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *