Minggu, 15 September 2019
Home/ Berita/ PPNA Masukkan Pencegahan Korupsi sebagai Fokus Gerakan

PPNA Masukkan Pencegahan Korupsi sebagai Fokus Gerakan

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Korupsi di Indonesia pada tahun ini dinilai memang masih merejala lela diseluruh lapisan Pemerintahan, dan bahkan dilini terkecil dalam masyarakat. Dikhawatirkan nantinya semakin lama, korupsi akan menjadi budaya yang tidak akan lepas. Tentu hal itu menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia.

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA) sejak tahun 2012 sudah berkomitmen untuk ikut serta mencegah korupsi sejak dini. Bahkan pada tahun 2013 saat sidang Tanwir di Surabaya, NA juga memasukkan materi pencegahan korupsi di lingkungan keluarga.

Dengan memasukkan materi pencegahan korupsi dalam sidang tanwirnya itu, NA betul-betul berupaya memasukkan pemberantasan korupsi dalam salah satu programnya.

Melihat betapa tingginya angka korupsi di Indonesia, PPNA menjadikan materi korupsi ini sebagai salah satu fokus gerakannya. Terutama, NA pasca tanwir 1 Banjarmasin telah memutuskan bahwa pencegahan korupsi dari keluarga menjadi salah satu fokus gerakan.

“Dengan keterbatasan yang ada di wilayah dan daerah pun terus menggalakkan kajian tentang korupsi,” ungkap Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP NA dalam acara Workshop dan Talkshow ‘Peran Organisasi Islam dan Masyarakat Sipil dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi’, bertempat di Aula Lantai  3 Kantor PP Muhammadiyah, Jum’at (30/8).

“Kami ingin sampaikan bahwa kader-kader NA ini peduli dengan kondisi korupsi yang semakin merajalela, sehingga para perempuan ini tidak bisa hanya tinggal diam,” tegasnya.

Diyah melanjutkan, kader-kader NA ini perlu juga turut serta membantu pencegahan korupsi dimulai dari lini terkecil yaitu keluarga. Para ibu-ibu ini nantinya jika konsisten, dari apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan keluarganya pendidikan korupsi akan sangat efektif.

Acara Workshop dan Talkshow NA bekerjasama dengan KPK akan sedikit membuka kembali memori kita bahwa bangsa Indonesia masih punya permasalahan korupsi yang semakin lama semakin merajalela.

Diyah meyakini bahwasannya para perempuan bisa membantu pencegahan korupsi. Sambil bergurau, Diyah menyampaikan, paling tidak dimulai dari pemilihan calon pasangan hidup yang tidak korupsi dan bila sudah berumahtangga menularkan pendidikan anti korupsi di keluarganya.

“Saya sangat memiliki keyakinan ternyata perempuan punya kemampuan untuk mencegah korupsi,” pungkas Diyah. (Syifa) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *