Senin, 16 Desember 2019
Home/ Berita/ Tokoh 'Aisyiyah Prof Baroroh Baried Terima Penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma

Tokoh 'Aisyiyah Prof Baroroh Baried Terima Penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah periode tahun 1965 hingga 1985, Prof. Hj. Baroroh Baried, pagi ini 15 Agustus 2019 menerima penganugerahan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dianugerahkan kepada orang yang berjasa besar dalam meningkatkan, memajukan, serta membina kebudayaan bangsa dan negara.

Menanggapi penganugerahan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, Prof Baroroh merupakan perempuan Ilmuwan yang gigih sebagaimana semangat beliau bahwa "Hidup Saya Harus Menuntut Ilmu".  Selain itu, sebagai Profesor perempuan pertama yang telah berkhidmat mengembangkan dan memberdayakan perempuan serta berkiprah melalui 'Aisyiyah dalam mengemban dakwah Islam dengan istiqomah dan berwawasan luas.

“Beliau berkiprah membawa 'Aisyiyah di kancah Internasional untuk mensyiarkan pandangan Islam berkemajuan dan tentunya juga perempuan berkemajuan. Beliau memimpin 'Aisyiyah dengan penuh keteladanan, tegas tapi juga humanis,” tutur Noordjannah pada Kamis (15/8).

Oleh karenanya, menurut Noordjannah, Prof Baroroh sudah selayaknya mendapatkan penghargaan atas seluruh pengkhidmatan bagi  umat dan bangsa.

“Prof Baroroh menjadi teladan bagi kami semua.Semoga amal shaleh beliau diterima Allah SWT,” ucap Noordjannah.

Prof Baroroh Guru Besar Perempuan Pertama

Siti Baroroh Baried membuat gempar dunia pendidikan nasional. Pada 27 Oktober 1964, ia diangkat menjadi Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Pengangkatan ini amat istimewa. Ia mencetak sejarah sebagai guru besar perempuan pertama, bahkan pada usia yang masih 39 tahun. Siti Baroroh Baried adalah profesor perempuan pertama di Indonesia.

Sebagai putri asli Kauman, Siti Baroroh Baried merupakan kader 'Aisyiyah sejati.
Dalam masa yang cukup panjang itu, Siti Baroroh Baried berandil besar dalam membangun 'Aisyiyah. Tak cuma lama menjabat sebagai ketua umum, ia juga memperkenalkan organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah yang berdiri sejak 19 Mei 1917 ini ke se-antero dunia.

Siti Baroroh selalu membawa nama 'Aisyiyah ke forum-forum global sekaligus menjalin relasi dengan badan-badan internasional macam UNICEF, UNESCO,WHO, The Asia Foundation, World Conference of Religion and Peace, UNFPA, UNDP, World Bank, dan masih banyak yang lainnya. Sebelum menjadi ketua umum, ia pernah menjabat sebagai Ketua Biro Hubungan Luar Negeri di 'Aisyiyah.

Siti Baroroh kerap diundang ke berbagai acara internasional, dan ini menjadi ajang yang efektif untuk memperkenalkan 'Aisyiyah. Salah satunya dalam seminar di Havard University, Amerika Serikat, di mana Siti Baroroh menyampaikan materi 'Aisyiyah and The Social Change Woman of The Indonesian” (Suara ÊğAisyiyah, Volume 76, 1999: 9).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *