Selasa, 20 Agustus 2019
Home/ Berita/ Memaknai Hikmah Bulan Haji

Memaknai Hikmah Bulan Haji

MUHAMMADIYAH.ID, Sidoarjo -- Hari raya iduladha yang dilaksanakan pada 10 Zulhijah setiap tahunnya biasa disebut dengan “Lebaran Haji” karena pada bulan tersebut adalah bulan dilaksanakannya rukun islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji.

"Umat Islam di Indonesia jika akan melaksanakan haji, tidak semuanya yang memiliki banyak harta, ada di antaranya yang harus menabung terlebih dahulu belasan bahkan puluhan tahun. Namun ada juga yang sudah memiliki banyak harta akan tetapi malah merasa belum terpanggil untuk melaksanakannya," tutur Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadiyah dalam khutbah Iduladha di halaman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo  pada Ahad (11/8).

Dalam Al Quran, kata Yunahar, Islam menjelaskan beberapa hal terkait harta. Pertama, harta bukanlah milik kita. Kepemilikan absolut adalah milik Allah, sedangkan manusia kepemilikannya bersifat nisbi, relatif, dan kepemilikan tersebut hanya diberikan atas izin Allah SWT.

"Saat kita mengucapkan basmalah itu berarti kita mengakui kepemilikan Allah atas segala sesuatu yang kita hadapi, dan juga itu berarti kita meminta izin untuk menggunakannya," jelas Yunahar.

Yunahar Ilyas juga menjelaskan fungsi harta dalam Islam. Pertama, harta itu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedua, harta adalah alat untuk beribadah, untuk berjihad fisabilillah. Ketiga, harta adalah amanah, amanah yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat.

"Di Muhammadiyah ada kultur atau tradisi yang baik terkait penggunaan harta, yaitu warga Muhammadiyah sudah terbiasa menggunakan hartanya untuk berjihad fi sabilillah. Seperti membangun sekolah, membangun masjid, membantu yatim piatu, membangun rumah sakit dan sebagainya," katanya.

Alquran, tambah Yunahar, juga memberikan peringatan terhadap penggunaan harta. Bagi manusia, mencara harta adalah fitrah. Namun Allah juga selalu mengingatkan bahwa harta hanyalah perhiasaan dunia, harta adalah ujian atau cobaan. Selain itu, harta juga dapat melalaikan diri sehingga tidak dapat membantu kita kelak di akhirat.

"Demikianlah islam menjelaskan tentang harta. Harta akan ditanyakan dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Semoga dengan harta itu kita mendapatkan ridho Allah dan masuk surga." tutup Yunahar. (mona)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *