Senin, 16 Desember 2019
Home/ Berita/ Semangat Berqurban Menggelorakan Semangat Berbagi

Semangat Berqurban Menggelorakan Semangat Berbagi

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (LazisMu) diberi amanah oleh PT. Bintang Toedjoe dalam program ber-qurban serentak di 1000 masjid seluruh Indonesia. 
 
Disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Bintang Toedjoe telah mengambil peran melalui kerjasama dengan LazisMu untuk kemaslahatan dan menebar kebaikan bagi banyak orang.
 
“Semangat berqurban memang dalam konteks ajaran Islam menjadi bagian penting dari ajaran berqurban yakni berbagi rezeki yang tentu ini memiliki makna siapapun yang memiliki kelebihan patut berbagi,” ujar Haedar, Kamis (8/8) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.
 
Haedar menjelaskan semangat berbagi ini ada untuk menunjukkan kedekatan kepada Allah SWT yang dimanifestasikan dalam hubungannya dengan manusia. Semangat berqurban menggelorakan semangat berbagi tersebut. 
 
“Kerjasama ini bagi para pengusaha insyaAllah akan dapat berkah ketika dia mau berbagi. Dan jangan merasa kehilangan apalagi bangkrut ketika berbagi,” kata dia. 
 
Dalam Islam ada konsep berkah, Haedar melanjutkan, berkah itu berlaku bagi semua orang, jika berbagi akan melimpahkan banyak hal pada banyak orang. Banyak hal-hal itu, dari tempat yang tak terduga.
 
Yang kedua, satu diantara masalah bangsa adalah kesenjangan sosial. Masalah ini harus dipecahkan secara struktural. Lewat jalur moral dan sosial disitulah peran organisasi kemasyarakatan dan perusahaan swasta harus bisa menggerakkan kekuatan diri untuk mau berbagi lewat program yang dalam jangka pendek kedermawanan dan panjang lewat program pemberdayaan. 
 
Dalam hal ini, kata Haedar, bersama PT. Bintang Toedjoe memiliki program jangka pendek lewat berqurban, dengan itu semangat berqurban juga bisa dimaknai sebagai semangat berbagi kebahagiaan. 
 
“Untuk Jangka panjang, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah lewat Majelis Pemberdayaan Masyarakat, LazisMu dan ‘Aisyiyah bahkan didaerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal). Lumayan berat juga tapi itu cara kami berbagi,” ungkapnya. (syifa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *