Selasa, 20 Agustus 2019
Home/ Berita/ Ketum PP Muhammadiyah Terima Silaturahim Dubes RI untuk Azerbaijan

Ketum PP Muhammadiyah Terima Silaturahim Dubes RI untuk Azerbaijan

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Rabu (17/7) menerima kunjungan silaturahim Duta Besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bay Fananie di Gedung Grha Suara Muhammadiyah.

Haedar mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ikhtiar mendekatkan hubungan Muhammadiyah dengan Azerbaijan sekaligus meningkatkan peluang kerjasama yang telah dirintis oleh beberapa lembaga yang ada di Muhammadiyah, salah satunya Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Dalam konteks sebagai kader dan keluarga besar Muhammadiyah, Husnan dalam pertemuan kurang lebih 1 jam itu banyak bercerita tentang kakeknya, yakni Zainuddin Fananie yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Muhammadiyah di Palembang yang juga memiliki singgungan dengan Presiden Soekarno ketika berada di Sumatera. Zainuddin Fananie juga pernah menjadi Konsul Pengurus besar Muhammadiyah Sumatera Selatan pada tahun 1942. Istrinya, kemudian diketahui juga merupakan aktivis Aisyiyah di Sumatera Barat.

Husnan kemudian juga bersambung cerita dengan tokoh lain yakni Buya Hamka, dan Hasan Din. Berdasar cerita dari Husnan, Haedar beranggapan bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa tokoh Muhammadiyah di masa lalu berdiaspora di berbagai sudut tanah air untuk menyebarluaskan pikiran-pikiran kemajuan bagi masyarakat dan bagsa di seluruh tanah air.

“Poin ini sangat penting, di masa lalu yang masih terbatas transportasi dan hal lainnya, tokoh Muhammadiyah mampu menyebarluaskan gagasan dan ide Islam yang berkemajuan, juga menjadi pelaku utama dan berbuat langsung dalam melakukan perubahan untuk persyarikatan,” ujar Haedar.

Hal ini bagi Haedar perlu menjadi pelajaran untuk  generasi baru, agar jangan hanya berwacana, tetapi juga berbuat yang terbaik.

“Tentu wacana juga harus memuat Islam berkemajuan yang bisa disebarluaskan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk lewat media sosial. Gunakanlah media sosial sebagai jalan atau wasilah untuk menyebarluaskan ide-ide Muhammadiyah, jangan menjadi tempat untuk isu yang membuat kita tidak produktif,” tutur Haedar.

Selain itu, Haedar mengajak kader Muhammadiyah untuk menggerakkan seluruh  komponen dan eksponen untuk bergerak melakukan hal terbaik di bidangnya masing-masing.

“Tidak mungkin Muhammadiyah maju di berbagi tempat jika pada kadernya, terlebih pemimpinnya, hanya berwacana, tidak berbuat yang terbaik, apalagi jika tidak dua-duanya, tidak berwacana dan tidak melakukan suatu hal,” imbuh Haedar.

Dalam pertemuan yang dihadiri Rektor UAD, Kasiyarno itu, Husnan mengajak Ketua Umum Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar untuk berkunjung ke negara bekas pecahan Soviet tersebut untuk melihat peluang kerjasama yang lebih luas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *