Senin, 16 Desember 2019
Home/ Berita/ Ahli Geologi UM Maluku Utara Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax Gempa Halmahera Selatan

Ahli Geologi UM Maluku Utara Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax Gempa Halmahera Selatan

MUHAMMADIYAH.ID, TERNATE - Kepala Laboratorium Geologi Univ Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Abdul kadir .D.Arif memperingatkan agar masyarakat jangan percaya info yang tidak benar terkait gempa bumi  yang terjadi di Halmahera Selatan.

"Banyak info tidak benar berkembang, masyarakat jangan percaya. Info yang benar hanya bersumber dari BMKG," tegas Abdul Kadir seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Selasa (16/7).

Menurut Abdul Kadir, salah satu isu yang meresahkan adalah terjadinya gempa bumi berkepanjangan seperti yang pernah terjadi di Jailolo.

Kadir menerangkan bahwa gempa kali ini berbeda dengan Jailolo, karena gempa di Jailolo juga terpengaruh vulkanisme, sementara gempa bumi di Halmahera Selatan ini gempa bumi murni tektonik.

"Sampai pagi ini gempa susulan memang terus terjadi, tercatat 89 kali gempa susulan. Namun intensitasnya cenderung menurun, menuju stabil. Tidak perlu panic,” jelas Kadir.

Menurut Kadir yang juga ketua Ikatan Ahli Geologi (IAGI) Maluku Utara ini,  rangkaian gempa susulan itu terjadi juga karena besarnya gempa bumi yang berkekuatan 7,2 SR  memang memerlukan waktu untuk menuju kestablian.

“Potensi kejadian tsunami juga sudah tidak ada, apalagi pusat gempa ada di darat,” imbuh Kadir.

Lebih lanjut Kadir yang juga ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Maluku Utara ini menyampaikan bahwa warga yang rumahnya rusak sebaiknya bersabar, karena memang akses penyaluran bantuan yang membutuhkan waktu.

Lokasi kejadian di pulau - pulau kecil yang terpisah dengan pulau besar Halmahera, dimana ibu kota Halmahera Selatan ada di Pulau Bacan. Lokasi kejadian ada di Pulau-Pulau yang di sekelilingnya seperti Gane Timur,  Gane Timur Selatan, Gane Barat, Bacan Timur, Lemo - Lemo, Ranga - Ranga, atau Dowara.

"Bagi yang Daru Ternate, untuk mengaksesnya harus  menyeberang ke Pulau Halmahera, perjalanan darat baru ke Bacan dengan kapal besar, dilanjutkan dengan speed," jelas Kadir.

Sekadar diketahui, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah bergerak ke lokasi. Tim dari MDMC Maluku Utara bergerak dari Ternate sebanyak 6 personil. Selanjutnya tim MDMC PP Muhammadiyah akan mengirimkan tim asistensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *