Senin, 18 November 2019
Home/ Berita/ Jambore Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWA Jawa Tengah Diapresiasi

Jambore Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWA Jawa Tengah Diapresiasi

MUHAMMADIYAH.ID, KARANGANYAR - Upacara Pembukaan Jambore Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah 2019 di Bumi Perkemahan Karanganyar telah digelar pada Sabtu (6/7). Pada upacara pembukaan tersebut dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Ketua PWA Jawa Tengah, Ummul Baroroh dalam sambutannya mengatakan, perempun ialah separuh dari Bangsa Indonesia. Peran perempuan adalah yang paling dekat dengan pengelolaan lingkungan hidup serta bencana. Apabila terjadi bencana maka yang paling beban adalah perempuan, karena perempuan harus menyelamatkan diri sendiri dan memikirkan anak dan anggota keluarga lainnya.

“Karena itu jambore perempuan jambore Aisyiyah. Perempuan adalah pengelola lingkungan hidup yang sangat potensial dan juga ikut menanggulangi bencana” ujar Ummul.

Sementara Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan jambore ini.

“Kegiatan dari LHPB Aisyiyah Jawa Tengah itu sangat perlu diapresiasi. Sekarang ini isu lingkungan hidup dan penanggulangan bencana menjadi kaitan semua orang agar menjadi bagian kehidupan masyarakat, dan kami yakin melalui kegiatan sosialisasi dan jambore ini akan meningkat peran dan kapasitasnya,” ucap Budi.

Sudaryanto, ketua BPBD Jawa Tengah menganggap bahwa acara jambore ini patut diacungi jempol karena akan menjadi pelopor bagi lembaga atau organisasi lainnya dalam kesiapsiagaan bencana, beliau mengatakan.

“Ini kegiatan ibu – ibu terbesar pertama dalam bentuk jambore dan mestinya harus di replikasi di provinsi – provinsi lain, karena dasarnya tentang keagamaan berarti dari hati, ini Tuhan yang menjalankan kita semua sehingga ini harus jalan dan menjadi ikon yang luar biasa,” terangnya.

Dian Andri Puspitasari, kepala seksi perencanaan siaga BNPB juga menganggap bahwa kegiatan jambore ini sangatlah bagus bagi ibu – ibu, karena semangat ibu – ibu selaku peserta jambore dalam menuntut ilmu ingin membangun kapasitas diri.

“Jambore ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh BNPB yaitu Srikandi Siaga Bencana yaitu peran perempuan yang penting dalam penanggulangan bencana. Dengan harapan acara – acara yang seperti ini bisa terus diadakan agar menumbuhkan kesadaran akan lingkungan dan bencana bagi masyarakat Indonesia terkhusus perempuan,” pungkasnya.

Sumber:(MDMC/Azza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *