Selasa, 18 Juni 2019
Home/ Berita/ Rektor UMY Sampaikan Gagasan Artificial Intelegencedi Konferensi Universitas Se- Asia Pasifik

Rektor UMY Sampaikan Gagasan Artificial Intelegencedi Konferensi Universitas Se- Asia Pasifik

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan penerapan Kecerdasan Buatan (artificial intelegence/AI) untuk digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk didalamnya aktivitas pendidikan di perguruan tinggi. Inovasi tersebut tentu akan semakin memudahkan tugas dosen dalam kelas, karena dengan AI yang memiliki kemampuan untuk mengelola kelas maka dosen akan memiliki waktu lebih untuk melakukan tugas lainnya seperti penelitian dan pengabdian.

Hal itu menjadi penyampaian Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto dalam Konferensi Universitas Se-Asia Pasifik, pada 23-25 Mei 2019. 

“Adanya artificial intelegence atau AI sekilas memang menjadi terobosan yang bermanfaat saat digunakan di perguruan tinggi, misalnya saat digunakan bagi dosen, namun bagi negara dengan komunitas yang masih memegang tehuh nilai sosial luhir. Hal ini menjadi isu tersendiri,” ujar Gunawan Budiyanto dalam keterangannya pada, Senin (27/5).

Dalam pertemuan ilmiah yang melibatkan 48 universitas dari Asia dan Pasifik ini mengangkat tema megenai kesiapan perguruan tinggi dalam menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar itu, UMY sebagai Board Member (anggota dewan) dari asosiasi ini diberi kepercayaan untuk menahkodai salah satu pemateri dari Honkong yang mebahas proses penggunaan instalasi robotic dalam pembelajaran STEM (science, technology, engineering & mathematic).

Dalam penyampainya itu, Gunawan mengatakan, berkat revolusi industri kini ada banyak negara yang sudah menggunakan mekanisme kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran. Terutama dalam engineering dan kesehatan, AI ini akan sangat membantu dalam memperlancar dan memperjelas proses pratikum, perumusan tugas akhir, juga perencanaan lain. Sehingga suatu saat dosen dapat membagi waktunya separuh untuk penelitian mandiri dan separuh untuk mengajar, dan tidak perlu lagi dosen masuk setiap minggu karena AI bisa menjadi asisten dosen yang dapat mengambil alih tugas dalam kegiatan mengajar dalam kelas.

Gunawan menyebutkan bagi UMY kemajuan terknologi saat ini menjadi inspirasi bagaimana menggunakan AI dalam proses pembelajaran, namun bukan untuk menggantikan tugas dosen dalam kelas secara keseluruhan.

“Karena kita memahami bahwa proses pembelajaran tidak hanya sekedar transfer of knowledge tapi juga transfer of value dan pembangunan karakter sehingga tidak mungkin untuk menyerahkan seluruh proses belajar mengajar kepada asisten robot. Ini yang juga dirasakan oleh negara dengan komunitas nilai sosial yang masih kuat seperti Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina dan Vietnam,” paparnya.

Sementara dalam keterangannya Gunawan menuturkan dari hasil diskusi pertemuan ilmiah Konferensi Universitas Se-Asia Afrika akhirnya mengarah pada bagaimana membuat teknologi ini lebih manusiawi dan tidak menggantikan, menggeser, atau memarjinalkan nilai kemanusiaan. Karena bagi UMY kemajuan teknologi harus menjadi perantara dalam membangun karakter dan mewariskan nilai yang luhur. (Andi)

Sumber: Humas UMY 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *