Selasa, 18 Juni 2019
Home/ Berita/ Haedar: Kemajuan UMS adalah Kebanggan Muhammadiyah

Haedar: Kemajuan UMS adalah Kebanggan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA –Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) saat ini mengalami kemajuan luar biasa, dan ini merupakan bagian dari kebanggan Muhammadiyah. Terlebih saat ini UMS sedang menyelesaikan pembangunan Editorium untuk Muktamar Muhammaidyah ke-48 sekaligus menjadi gedung UMS.

Hal itu diungkapkan Haedar setelah mendegarkan paparan kemajuan UMS melalui Sofyan Anif, Rektor UMS dalam Pengajian PP Muhammadiyah 1440 H bersama UMS di Auditorium Mohammad Djazman,UMS pada, (25/5).

“Biarpun panjang Gedung Edutorium itu, kalau disimpulkan sangat megah, ramah lingkungan, modern dan berkemajuan. Baru melihatnya saja, seolah kita sudah senang ketika berada didalamnya,” kata Haedar.

Haedar, merasa  bersyukur di beberapa daerah Muhammadiyah yang perkembangannya luar biasa baik fisik maupun akademik. Hal ini merupakan satu proses dari perjalanan Muhammadiyah yang terus membangun.

“Insya’Allah adanya PTM, amal usaha dan berbagai gerak langkah  kita itu sesunguhnya merupakan manifestasi dari dakwah Al Amr Bil Ma'ruf wan Nahi 'Anil Mungkar kita yang berjalan dalam durasi yang panjang lewat bergumulan jatuh bangun penuh dinamika,” katanya.

Oleh karena itu, atas nama PP Muhammadiyah, Haedar menyampaikan terimakasih kepada seluruh masjelis, lembaga, para pimpinan, dan warga amal usaha termasuk di UMS.

Karena atas penghikmatan dan kerja keras dari mereka itulah Muhamamdiyah kemudian meraih jejak-jejak kemajuan yang membanggakan,” sebut Haedar.

Haedar juga meingatkan kemajuan yang di raih Muhammadiyah saat ini jangan membuat terlena, karena perjalanan dan perjuangan Muhammadiyah masih panjang. Untuk itu, Muhammadiyah harus fokus membina umat dan membangun akhlak, sebagaimana diutusnaya Nabi Muhammad saw. Itu membawa risalah Innama buistu liutammima makarimal akhlak dalam makna luar membangun keadaban membangun peradaban itu masih panjang masih penuh tantangan perlu terus mujahadah (bersungguh-sungguh).

Muhammadiyah, kata Haedar memiliki proyeksi besar kedepan yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebernar-benarnya. Lalau seperti apa sih masyarakat Islam yang sebenar-benarnya itu? kata Haedar dirinya sempat mengumpulkan naskah dari Muktamar dari ke-37 ada sepuluh sifat ciri masyarakat Islam yang sebenar-benarnya itu.

Pertama,masyarakat yang ber-Tuhan dan beragama, ini adalah rumusan yang cerdas kata Haedar, tentang begaimana ber-Tuhan dan beragama. Ada banyak orang yang mengingakan spiritual tanpa tuhan dan agama dan ini terjadi di barat seperti yang di sebut oleh Huston Smith.

Kedua,berpersaudaraan, Ketiga, berakhlak dan beradab, keadaban adalah pantulan dari akhlak dalam bentuk etika publik etika sosial.

Keempat,berhukum syari’, ada nilai-nilai syariah yang memang menjadi patokan kita. Kelima, berkesejahteraan masyarakat Islam sebut Haedar harus makmur dan harus berkejahteran sehingga tidak boleh dhuafa mustad’afin.

Keenam,bermusyawarah dan Muhammadiyah selalu mempraktekan itu. Ketujuh, berihsan, karena ishsan itu kebajikan yang melampaui.

Kedepalan,adalah berkemajuan, sejak lama kata berkemajuan sudah ada disitu kata Haedar.

Kesembilan,berkempimpinan, jadi masyarakat muslim itu tidak boleh tanpa kepemimpinan dan tanpa kepemimpinan. Dan kesepuluh adalah ber-ketertiban, yaitu ada sosial order. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *