Kamis, 22 Agustus 2019
Home/ Berita/ MPM PP Muhammadiyah Sejahterakan Kelompok Pemulung

MPM PP Muhammadiyah Sejahterakan Kelompok Pemulung

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA—Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah rekatkan semangat ramadhan yang mencerahkan dan mengembirakan melalui jalinan silaturahmi, pengajian, buka bersama dan pembagian parsel lebaran dengan kelompok mustadh’afin, dampingannya.

Kegiatan yang rutin dilakukan ini sebagai cara menghimpun persatuan dan keberdayaan diantara kelompok mustadh’afin atau marjinal. Dalam kesempatan ini, MPM PP Muhammadiyah juga melakukan kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY guna mensejahterakan kelompok Pemulung Mardiko.

“Kita bermitra tidak hanya dengan amal usaha Muhammadiyah, tetapi juga bekerjasama dengan lembaga pemerintah yang memiliki kepedulian terhadap kaum marginal. Sedangkan bingkisan Lebaran yang jumlahnya kurang lebih 500 dapat terselenggara atas bantuan UMY, LazisMU dan donatur-donatur,” kata Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah di sela acara pada Ahad (26/5) di Kantor PP Muhammadiyah, jl Cik Ditiro, Yogyakarta.

Menurutnya, dalam kegiatan pemberdayaan berjejaring memang diperlukan karena pemberdayaan itu tidak berjalan secara sendiri-sendiri. Melainkan kerja kolektif dan saling bahu-membahu.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat dan Sedekah (Bazis) BPD DIY, Arif Yulianto mengatakan, penyaluran dana dari Bazis karyawan yang terkumpul tiap bulannya memang peruntukannya bagi kelompok atau individu yang kurang beruntung. Diharapkan kemitraan yang dibangun dengan MPM bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan kelompok-kelompok pinggiran.

Menyambung hal tersebut, Bachtiar Dwi Kurniawan, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah menjelaskan, secara khusus dana dari Bazis BPD DIY yang dikemas dalam bentuk program ‘Kick Off’ akan digunakan untuk memberayakan kelompok Pemulung Mardiko. MPM sendiri dalam pelaksanan program kepada kelompok Pemulung Mardiko sudah berjalan sejak empat tahun yang lalu, diantaranya ialah pelatihan hidup bersih, lifeskill, berorganisasi, dan membangun tandon air bersih agar lebih sehat dan higienis.

Desain program kepada kelompok Pemulung Mardiko memang diarahkan kepada keberdayaan dalam kesehatan, melalui higenitas pola kehidupan mereka, penguatan kesejahteraan melalui peningkatan taraf pendapatan dengan pelatihan softskill, sehingga mereka tidak hanya mengantungkan perekonomian mereka dari sampah. Serta, usaha memanusiakan mereka yang sering diidentikan sebagai masyarakat yang kumuh dan kotor.

"Kami ingin di TPST Piyungan bisa lebih berkemajuan, memanusiakan manusia, wahana edukasi, dan menghasilkan energi," pungkasnya. (aan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *