Minggu, 25 Agustus 2019
Home/ Berita/ Hadirnya UMKU Merupakan Bagian dari Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Hadirnya UMKU Merupakan Bagian dari Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

MUHAMMADIYAH.ID, KUDUS- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadiri peletakan batu pertama pembangunan Conventian Hall Center Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sekaligus launcing perubahan status dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) menjadi Universitas berdasarkan SK Presiden Nomor 879/KPT/I/2018 pada Ahad (26/5).

Hadirnya lembaga pendidikan Muhammadiyah, khususnya UMKU merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa tidak cukup dengan berkumpul-kumpul secara massa, mencerdaskan kehidupan bangsa harus dengan membangun center of excellence,” ucap Haedar.

Haedar menjelaskan bahw Muhammadiyah membangun pusat-pusat keunggulan berangkat dari pandangan keagamaan Islam yang berkemajuan.

“Agama di Indonesia bukan lah beban, bukan masalah, dan juga bukan sumber masalah, tetapi agama menjadi sumber inspirasi kemajuan bangsa, dan Muhammadiyah mempelopori itu,” jelas Haedar.

Jika ada pandangan-pandangan negatif tentang agama, seperti agama sebagai sumber terorisme, radikalisme, bagi Haedar  ini telah mengalami bias dari dua hal, yakni pandangan luar tentang agama yang masih negatif, dan juga ada unsur-unsur di kalangan umat beragama yang pemahamannya masih terbatas,  lalu dengan agama yang terbatas itu lahirlah pandangan-pandangan dan sikap ekstrimitas, dan radikalisme.

“Ekstrimisme dan radikalisme itu bukan hanya ada di agama, tetapi juga ada di ideologi, dan bahkan ada juga dalam konteks kebangsaan yang disebut ultranasionalisme,” imbuh Haedar.

Sehingga, Muhammadiyah ingin melawan itu dengan sikap moderasi.

“Bahwa energi negatif itu harus dibilas dengan energi positif,” pungkas Haedar.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Bupati Kudus, HM Tamzil, dan juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *