Minggu, 25 Agustus 2019
Home/ Berita/ Memahami Proses Turunnya Al Qur'an

Memahami Proses Turunnya Al Qur'an

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA-- Bulan ramadhan menjadi bulan yang dinanti-nanti kedatangannya oleh umat Muslim. Menjadi bulan yang diberkahi, di dalamnya banyak terjadi peristiwa-peristiwa besar bagi umat Muslim, termasuk salah satu diantaranya adalah peristiwa diturunkannya al Qur'an.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan al Qur'an sebagain petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil." (al Baqarah : 185), turunnya al Qur'an pada bulan ramadhan juga diperkuat ayat-ayat lain. Seperti al Qadar ayat 1, yang didalamnya menyebut malam lailatul qadar dimana malam tersebut hanya ada pada bulan ramadhan. ad Dukhan ayat 3, terindikiasi dengan menyebut malam yang diberkahi.

Namun pada zahir ayat-ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah, yang dalam nyatanya al Qur'an diturunkan kepadanya selama 23 tahun dan dalam kejadian-kejadian tertentu. Menyikapi hal ini, ulama berpegang pada dua pendapat pokok dan satu pendapat hasil dari ijtihad sebagaian mufasir.

Pendapat pertama adalah al Qur'an diturunkan secara keseluruhan pada malam lailatul qadar dari lauh al-Mahfudz ke langit dunia (Bait al-'Izzah). Kemudian Malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur kurang lebih selama 23 tahun, 13 tahun di Makkah dan 10 tahun  di Madinah sesuai dengan kejadia-kejadian yang mengiringinya mulai sejak diutus dampai Beliau wafat.

Pendapat pertama ini berpegangan pada hadist yang diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi. "Qur'an diturunkan pada malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ke langit dunia sekaligus; lalu ia diturunkan secara berangsur-angsur."

Pendapat kedua adalah ketiga ayat yang disebutkan di atas ialah permulaan turunnya al Qur'an kepada Rasulullah. Permulaan turunnya adalah pada malam lailatul qadar di bulan ramadhan, yang merupakan malam yang diberkahi. Kemudian turunnya berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun.

Hal ini merujuk pada surat al Anfal ayat 41, yang menerangkan tentang turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad pada hari bertemunya dua pasukan. Yang arah dari ayat ini adalah kepada perang Badar. Pendapat kedua ini juga berpegang dengan Hadist yang diriwayatkan oleh 'Aisyah tentang mimpi yang benar dan proses turunnya perintah atau wahyu pertama untuk membaca  (Iqra') ketika Rasulullah berTahannus di Gua Hira.

Selanjutnya, pendapat ketiga adalah al Qur'an diturunkan ke langit dunia selama dua puluh tiga malam lailatul qadar. Yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar ada yang ditentukan Allah SWT untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Kemudian dari jumlah yang diturunkan tersebut diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah sampai wafatnya.

Mayoritas ulama berpendapat tidak ada pertentangan ayat berkenaan dengan turunnya al Qur'an dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah. Karena yang pertama, al Qur'an memang diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam lalilatul qadar atau malam yang diberkahi. Kedua, kemudian diturunkan dari langit dunia secara berangsur-angsur. (a’n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *