Jum'at, 19 Juli 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Dorong Peran Kemanusiaan Menjadi yang Utama

Muhammadiyah Dorong Peran Kemanusiaan Menjadi yang Utama

MUHAMMADIYAH.ID, BANTEN – Indonesia ditakdirkan sebagai negara dengan potensi bencana yang luar biasa. Hampir tiap tahun di Indonesia terjadi bencana yang bermacam-macam jenisnya. Hingga, Indonesia dikenal sebagai supermarket bencana.

Hal itu disampaikan Heriawan, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada sesi VII Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Aula Syafruddin Prawiranegara Institut Teknologi dan Bisnis Ahamad Dahlan (ITB AD), Selasa (14/5).

“Pada saat normal seperti ini harusnya yang kita lakukan adalah mitigasi bencana. Berlatif dan berusaha terus menjaga diri. Secara konvensionalnya kiya berdoa kepada Allah yang jelas akan menurunkan resiko kematian, kenapa? Missal bencana saat subuh, tetapi kita sudah pergi ke masjid, bangun sholat, kemudian jalan-jalan dan tidak dirumah. Ini membuat kita terhindar dari dampak bencana tadi,” jelas Heriawan.

Mengetahui potensi bencana yang sangat besar itu, maka seyogyanya masyarakat Indonesia bersiap karena kalua tidak siap akan menjadi korban.

“Al-Qur’an juga luar biasa mengajarkan kita tentang kemanusiaan. Jika kita bisa menyelamatkan satu manusia saja, hal itu dapat menghantarkan kita ke surga,” ungkapnya.

Dalam penanggulangan bencana, tentu selama ini Muhammadiyah telah banyak hadir di masyarakat lewat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Rachmawati Husein, Wakil Ketua MDMC mengatakan, Risalah Pencerahan Bengkulu, menjadi dasar kenapa Muhammadiyah mendorong peran kemanusiaan menjadi yang utama.

“Kini kita tidak lagi menolong tanpa kemampuan. Sehingga banyak kegiatan mitigasi yang dilakukan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat bencana,” katanya.

Menurutnya masyarakat harus menyadari apa potensi bencana di daerahnya dan dibagian mana. Sehingga tidak salah dalam melakukan pembangunan.

“Misalnya saja ada sekolah yang membangun gedung di jalur patahan, ini jelas memiliki dampak,” imbuhnya.

Rachmawati juga mengatakan, di dalam kerja-kerja kemanusiaan yang dikerjakan itu memiliki nilai. Diantaranya nilai al-qur’an, kemanusiaan, pesan-pesan KH. Ahmad Dahlan, dan lainnya.

“Kemudian juga memiliki keyakinan, menuruskan cita-cita Muhammadiyah, memberi manfaat dan sebagainya. Kerja-kerja kemanusiaan itu juga menjadi amalan kunci dari nilai-nilai tadi,” tegasnya.

Selain itu, Ia melanjutkan, apa yang dikerjakan diharapkan dapat menjadikan kesalehan individu dan sebagai bagian dari kegiatan sosial sebagai bentuk saling tolong menolong antar umat manusia. (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *