Jum'at, 19 Juli 2019
Home/ Berita/ Doktrin Sosial dalam Al-Qur'an Menjadikan Masyarakat Islam Pilihan

Doktrin Sosial dalam Al-Qur'an Menjadikan Masyarakat Islam Pilihan

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Islam  sebagai Ummatan Washatan berarti mengupayakan hadirnya umat Islam sebagai "masyarakat pilihan", karena umat harus berada di tengah dan adil di antara dua kecenderungan ekstrim dalam gerakan sosial-politik dan kebudayaan.
 
Kualitas pilihan ini menjadi tanda keberadaan umat Islam karenanya menjadi identitas yang di idealkan bagi mereka sebagai masyarakat. 
 
Hal itu menjadi pengantar penyampaian oleh Hamim Ilyas, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam  Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Sabtu (11/5). 
 
 
Dalam pembahasan itu, Hamim menyampaikan umat islam sebagai umatan washatan memiliki tugas yang berat, baik keluar (eksternal) maupun kedalam (internal). Tugas eksternal yang harus mereka laksanakan adalah litakunu syuhada' alan nas, supaya kamu (manusia)  menjadi saksi atas manusia lain. 
 
Sedangkan internal mereka harus menjalankan apa yang diungkapkan Al-Qur'an dengan wayakunar rasulu 'alaikum syahida. Artinya menjadikan Rasulullah Muhammad menjadi saksi atas kamu sekalian. 
 
Ungkapan ini menurut Hamim Ilyas menunjukkan bahwa umat Islam harus melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang membuat mereka bisa menjadi masyarakat pilihan yang di harapkan oleh Nabi. 
 
Hamim menyebutkan, karakter masyarakat umatan washatan dijelaskan mempunyai sifat-sifat melekat sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 151-152, yaitu (1) pencerah, (2) bersih, (3) unggul, (4) arif, (5) berwawasan luas, (6) religius, (7) efektif, dan (8) efisien.
 
"Kalau hal ini dijalankan dengan baik maka umat telah menempatkan Islam sebagai agama pembangunan bukan penghancur peradaban, "katanya.
 
 
Mengakhiri penjelasannya, Hamim mengatakan, bahwa doktrin tentang masyarakat dalam Al-Baqarah ayat 151-152 sangat maju. 
 
"Sebenarnya Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dalam batas-batas tertentu telah menginternalisasikan ajaran tersebut," pungkas Hamim. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *