Jum'at, 24 Mei 2019
Home/ Berita/ Dewan Syari’ah Lazismu, Zakiyuddin Badhawi Dilantik Menjadi Rektor IAIN Salatiga

Dewan Syari’ah Lazismu, Zakiyuddin Badhawi Dilantik Menjadi Rektor IAIN Salatiga

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA –  Prof DR Zakiyuddin Badhawi, yang sekarang menjabat Dewan Syari’ah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) PP Muhammadiyah resmi di lantik menjadi Rektor Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, pada Kamis (25/4/2019) di Kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Benteng 3-4 Jakarta.

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin dan turut disaksikan oleh Sekertaris Jenderal Kementrian. Agama M. Nur Kholis Setiawan dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamarudin Amin dan turut di hadiri pula sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.

Zakiyuddin Badhawi yang sebelumnya menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga dilantik bersama 6 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diantaranya Basri (Rektor IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa), Delmus Punari Salim (Rektor IAIN Manado), Ridha Ahida (Rektor IAIN Bukittinggi), Samsul Nizar (Ketua STAIN Bengkalis), dan Zulkarnain (Ketua STAIN Gajah Putih Takengon Aceh Tengah).

Guru Besar Bidang Ilmu dan Studi Islam IAIN Salatiga ini resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Salatiga yang sebelumnya dijabat oleh Rahmat Hariyadi.

Dalam pelantikan itu, Menag memberikan arahan kepada para pejabat agar senantiasa menjaga amanah, integritas dan menjauhi dari segala tindakan yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintah, yaitu Kementrian Agama.

“Jangan biarkan kondisi di mana sebagian diantara kita bersusah payah membangun dan menjaga kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama, sebagian yang lain justru meruntuhkannya, baik karena penyimpangan, maupun akibat kinerja yang rendah,” pesan Menag.

Dihadapan Rektor dan Ketua PTKIN yang baru di lantik, Menag juga berpesan agar mengembangkan spesialisasi ilmu-ilmu agama guna menghasilkan sarjana yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab membangun umat dan memajukan bangsa.

“Kalau PTKIN sekarang ini mengembangkan spesialisasi keilmuan di luar ilmu keagamaan murni, maka hal itu tetap diatas pangkuan nilai nilai keagamaan,” tegas Menag.

Menag juga meminta agar Pimpinan PTKIN menjaga prestasi dan prestise (baca: wibawa) institusi pendidikan tinggi. ”Perguruan Tinggi Keagamaan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, termasuk menanamkan nilai nilai kejujuran dan kebenaran kepada generasi penerus,” ungkap Menag.

Menag juga menegaskan agar pengelolaan PTKIN dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi kepada pelayanan terhadap pemangku kepentingan, terutama dosen, mahasiswa, karyawan, orangtua atau wali mahasiswa dan lainnya. (Andi)

Sumber Berita: Kemenag RI 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *