Jum'at, 24 Mei 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Malaysia Bentuk Komunitas KATAM

Muhammadiyah Malaysia Bentuk Komunitas KATAM

MUHAMMADIYAH.ID, MALAYSIA — Identitas tidak lekang karena jarak, persatuan tidak pecah karena bentangan angka bagi keluarga Muhammadiyah Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan yang telah resmi membentuk  Komunitas Takerharjo Muhammadiyah (KATAM) pada Ahad (21/4) di Kelang Lama, Selangor, Malaysia.

Sony Zulhuda, Ketua Pimpinan Cabang Istimewah Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dalam meresmikan KATAM menyambut positif pembentukan komunitas Muhammadiyah yang diinisasi oleh keluarga Muhammadiyah Desa Takerharjo. Menurutnya, hal ini merupakan mata rantai dari kepedulian dan penguatan keluarga Muhammadiyah di rantau. Melalui disambungnya ‘Paseduluran’ antar sesama yang kemudian memberikan manfaat seluas-luasnya.

“KATAM ini membuktikan bahwa tanah asal itu sebuah identitas dan aset sosial ysng tidak lekang dimakan panas, tiada lapuk dimakan hujan. Akan dibawa kemana-mana, jauh sekalipun dari desa tercinta,” ungkapnya.

Desa Takerharjo merupakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang memiliki potensi yang luar biasa, dengan Amal Usaha pada bidang pendidikan yang lengkap. Mulai dari Playgroup, Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA), sampai pada Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM), setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain amal usaha yang lengkap, PRM Takerharjo juga memiliki potensi kader dengan jumlah yang melimpah, mencapai 1586 kader dengan jumlah tersebut hampir mayoritas penuduk Desa adalah warga persyarikatan Muhammadiyah.

Sony Zulhuda mengingatkan bahwa, sebagai jama’ah dari sebuah organisasi pergerakan harus memiliki bekal untuk bisa mengerakkan roda pergerakan organisasi, serta mengupayakan gerak organisasi terus dinamis dan berkemajuan. Sehingga dibutuhkan sinergitas bagi setiap lapisan kader, hal tersebut diperlukan juga sebagai proses kaderisasi kepemimpinan.

“Untuk itu, pada saatnya nanti, organisasi kita perlu nafas baru, energi baru yang tercermin melalui struktur dan kepemimpinan baru. Saya percaya inilah tradisi yang baik dan perlu dipertahankan. Semoga Allah meridhoi,” tambahnya.

Ketua PCIM Malaysia ini juga berharap KATAM bisa menjalin kerjasama dengan komunitas warga Muhammadiyah lain, serta dengan PCIM dan PCI ‘Aisyiyah Malasyia. (a'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *