Jum'at, 19 Juli 2019
Home/ Berita/ UMM Pelopori Penggunaan Energi Terbarukan Melalui PLTMH

UMM Pelopori Penggunaan Energi Terbarukan Melalui PLTMH

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG — Bahan bakar tenaga fosil banyak merugikan dan merusak lingkungan, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pelopori penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berpadu dengan Eco Wisata Andeman.

Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Suwignyo menerangkan PLTMH di lingkungan Eco Wisata Andeman – Boon Pring ini berbasis masyarakat untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu.

“Upaya ini didasarkan pada Sumberdaya Mata Air Andeman dan keinginan masyarakat serta Pemerintah Desa Sanakerto yang potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya seperti dalam kerterangan pers yang diterima pada (23/4).

Selain sebagai upaya penyelamatan lingkungan, dibangunnya PLTMH oleh UMM pada kawasan  Desa Sanankerto, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur ini merupakan jenjang langkah yang dilakukan UMM untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pengembangan lapangan kerja dan peningkatan produktifitas pendukung pariwisata serta pengembangan lingkungan sosial berkelanjutan.

Peletakan batu pertama pembangunan PLTMH Sabtu (20/4), PLTMH sendiri mengandalkan potensi mata air Andeman, yang terintegrasi dengan kawasan agrowisata serta bisa digunakan sebagai taman wisata sains-teknologi energi terbarukan.

Menyambut program yang dilakukan UMM terhadap kampungnya, Subur, Kepala Desa Sanankerto bersyukur karena dengan adanya PLTMH di wilayahnya bisa menambah perekonomian masyarakat, serta memunculkan inovasi baru oleh warganya karena tempatnya menjadi tujuan wisata.

“Selain akan menambah produktivitas pengerajin bambu, kedepannya Sanankerto akan dijadikan pusat pembelajaran Agrowisata,” katanya.

Pembangunan PLTMH merupakan hasil kerjasama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI), Jawa Pos Radar Malang, Bumdes Kerto Taharjo serta didukung pemerintah Kabupaten Malang. Dimana pembangunannya menghabiskan dana skitar Rp. 348.000.000 menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BNI. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *