Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Komitmen UAD Sebagai Kampus Tangguh Bencana

Komitmen UAD Sebagai Kampus Tangguh Bencana

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta berkomitmen menjadikan kampus perguruan tingginya sebagai kampus tangguh bencana. Hal ini diwujudkan lewat serangkaian acara yang digelar yaitu Seminar dan Simulasi Kebencanaan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) UAD.

Acara yang digelar padaRabu(10/4) dalam rangka Milad FAI UAD ke-23 ini menghadirkan Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah sebagai pembicara seminar kebencanaan. Tak hanya itu,FAI UAD juga simulasi kebencanaan selepas acara seminar.

Arif Rahman, yang mewakili sambutan Dekan FAI UAD mengatakan bahwa acara seminar dan simulasi kebencanaan yang merupakan serangkaian acara milad ke-23 FAI UAD sebagai bentuk edukasi terhadap mahasiswa UAD khususnya masalah kebencanaan.

“Apalagi beberapa waktu lalu sempat terjadi bencana yang jedanya tidak begitu lama di Lombok, Palu hingga Selat Sunda. Dalam hal ini UAD tidak menutup mata untuk membantu dan ikut merespon kebencanaan. Maka, forum seminar dan simulasi ini penting bagi mahasiswa,” ujar Arif Rahman.

Arif Rahman berharap kepada mahasiswa UAD khususnya mahasiswa FAI bisa mengambil peranan penting dalam kebencanaan terutama dari sisi agama. Mahasiswa FAI harus bisa menjelaskan perihal kebencanaan dari perspektif Islam agar melihat bencana bukan sebagai musibah semata.

Sementara itu dalam penyampaian materi seminar kebencanaan Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah menyampaikan pentingnya memahami bencana agar tidak salah dalam melihat bencana yang terjadi.

“Pemahaman bencana yang salah akan menimbulkan reaksi yang salah pula, oleh karena itu anggapan yang salah terhadap bencana sangat berbahaya,”katanya di depan puluhan mahasiswa UAD.

Budi menekankan, saat terjadi bencana jangan ada lagi anggapan atau tuduhan bahwa bencana terjadi karena manusia tidak pernah sholat dan sering berbuat maksiat.

“Inilah yang sering muncul di media sosial ketika terjadi bencana baik di Palu, Lombok maupun Selat Sunda,” kata Budi.

Oleh karena itu, menurut Budi buku fikih bencana yang sudah diterbitkan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah pada tahun 2015 perlu menjadi rujukan memberikan paradigm kepada masyarakat yang sering kali bencana merupakan konsekuensi dari magis kemaksiatan atau kerusakan akidah.

“Dalam buku fikih kebencanaan Majelis Tarjih mengaskan bahwa bencana merupakan siklus alamiah dari femomena alam. Dengan adanya pemahaman ini mahasiswa FAI bisa mengambi peranan menjelaskan perihal kebencanaan kepada mayarakat,” harap Budi dalam penyampaiannya.

 

Forum yang diinisiasi oleh mahasiswa FAI UAD ini juga mensimulasikan bencana yang dilakukannya selepas seminar kebencanaan. Simulasi kebencanaan dilakukan di Gedung lantai 6 UAD kampus 4 dengan melibatkan puluhan mahasiswa dan tim relawan dari MDMC PP Muhammadiyah dan DIY. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *