Senin, 23 September 2019
Home/ Berita/ Belajar dari Kasus Audrey, DPP IMM: Anak Harus Dikenalkan Konsep Diri yang Positif

Belajar dari Kasus Audrey, DPP IMM: Anak Harus Dikenalkan Konsep Diri yang Positif

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Mencuatnya kasus penganiayaan di Pontianak terhadap Audrey yang dilakukan oleh 12 anak hingga harus dibawa ke Rumah Sakit membuat Dewan Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang IMMawati, Frisca Wulandari angkat bicara.

Sebelumnya diberitakan, siswi SMP  bernama Audrey mengaku dikeroyok siswi SMA di kotanya. Pelaku utamanya diduga berjumlah 3 orang dan 9 orang lainnya menyaksikan pengeroyokan itu. Saat ini, 3 pelaku tersebut sedang diamankan Polresta Pontianak.

"Saya sangat prihatin terhadap kasus ini, dengan pengeroyokan seorang anak perempuan oleh 12 anak perempuan sampai begitu parahnya, karena masalah asmara hingga korban masuk ke Rumah Sakit. Mereka masih di bawah umur, tapi kalo dikaji apa yang diperbuat,  mereka lebih dari kenakalan anak dibawah umur,” kata Frisca dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi Muhammadiyah.id pada Rabu (10/4).

Frisca menegaskan bahwa hukum harus melindungi korban kekerasan, bukan pelaku pidana.

"Harus ada efek jera dan  kami Bidang Immawati DPP IMM mendukung orang tua korban untuk dapat keadilan serta berharap pemerintah setempat bertindak tegas akan kasus ini. Kita harus fikirkan juga bagaimana psikis korban serta masa depan korban setelah mengalami aksi pengeroyokan tersebut,” kata Frisca.

Menurut perempuan asli Lampung ini kejadian yang terjadi kepada siswi SMP Pontianak sungguh memprihatinkan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semuanya agar anak-anak mejadi perhatian serius.

“Anak-anak ini harus dibantu memahami konsep diri yang positif dan memiliki tujuan hidupnya, disinilah peran orang tua sangat penting untuk  pola asuh positif di keluarga. Jangan sampai kejadian seperti ini terus terulang kembali,” harap Frisca. (Andi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *