Selasa, 25 Juni 2019
Home/ Berita/ MPM PP Muhammadiyah Dorong TPSP Piyungan Menjadi Destinasi Wisata Sosial

MPM PP Muhammadiyah Dorong TPSP Piyungan Menjadi Destinasi Wisata Sosial

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Peliknya permasalahan sampah di DIY, khususunya di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul mendapat perhatian serius oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lewat diskusi rutin pemberdayaan masyarakat, pada (5/4) di Gedoeng Moehammadiyah, MPM PP Muhammadiyah berkomitmen mendorong TPST Piyungan sebagai destinasi wisata sosial.

“MPM PP Muhammadiyah sudah mengindentifikasi permasalahan ini agar tidak menjadi boom waktu. MPM sudah hadir mendampingingi para pemulung TPST Piyungan sejak April 2016 dengan mendeklarasikan Komuniatas Mardiko yang anggotanya mencapai 500 lebih,” sebut Muh. Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah.

Nurul Yamin menyebutkan, persoalan sampah di D.I. Yogyakarta sudah sangat kompeks dari hilir ke hulunya penuh dengan problem, baik menyangkut menyangkut apek sosiologis terkait edukasi masyarakat, menyangkut teknologi tata kelola sampah, dan menyangkut tentang kebijakan tata kelola sampah.

“Hal ini menjadi perhatian kita, tetapi yang tidak boleh di lupakan juga adalah para pemulung di TPST Piyungan yang sekitar 500-600 orang mengandalkan kehidupannya dari sampah,” sebutnya.

Menutut Nurul Yamin, solusi terbaik adalah dengan menempatkan temen-temen yang ada di Piyungan itu sebagai subjek penyelesai masalah bukan sekedar objek penyelesaian masalah. Dengan demikian,  partisipasi dalam konteks penyelesaian persoalan sampah ini bisa di lakukan secara holistik, sinergis dan intergratif.

“Karena persoalan sampah di TPST Piyungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama sebagai mayarakat yang mencintai Yogyakarta. Sehingga nantinya bisa didapatkan solusi terbaik atas permasalahan sampah di TPST,” katanya.

Menurut Dosen Pasca Sarjana UMY ini, TPST Piyungan punya dua sisi yang menarik, satu sisi adalah lokasi yang penuh dengan sampah. Tetapi di sisi lain menjadi objek spot foto atau selfi yang menarik bagi pengunjung.

Atas dasar itulah MPM PP Muhammadiyah mendorong TPST Piyungan menjadi destinasi wisata sosial bagi masyarakat.

 “TPST di sisi lain menyimpan potensi sebagai wisata. Hal inilah yang sedang kita design dan diskusikan kedepannya. Selain kami juga terus konsen mendampingi Mardiko,” kata Nurul Yamin.

Selain mendorong TPST Piyungan menjadi destinasi wisata sosial, MPM PP Muhammadiyah juga terus mendorong agar masyarakat di sekitar TPST Piyungan berorientasi pada tumbuhnya sektor ekonomi khusunya non pemulung sehingga nantinya apabila ada teknologi pengelolaan sampah mereka tetap menjadi subjek penyelesai masalah. 

Dalam diskusi yang membahas tema “Sampah Serapah: Akar Masalah dan Solusi TPST Piyungan” itu, MPM PP Muhammadiyah menghadirkan Kuncoro Hadipurnomo (Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY), Maryono (Ketua Komunitas Pemulung Mardiko TPST Piyungan), dan Yuningtyas (Sosiolog UNS). (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *