Jum'at, 19 Juli 2019
Home/ Berita/ MTCC UMY Bersama CHED ITB AD Desak Pemerintah Perbaharui Regulasi Rokok Demi Masa Depan Anak Bangsa

MTCC UMY Bersama CHED ITB AD Desak Pemerintah Perbaharui Regulasi Rokok Demi Masa Depan Anak Bangsa

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MTCC UMY) bersama dengan Ahmad Dahlan Tobacco Control – Center of Human and Economic Development (CHED) Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta menyampaikan kepedulian kesehatan dan kesejahteraan masyarakat  berkaitan dengan ‘Rokok Menghanguskan Masa Depan Bangsa’.
 
Disampaikan Diah Setyawati Dewanti, Dosen Fakultas Ekonomi UMY, dari sisi ekonomi ada eksploitasi terhadap masyarakat hampir miskin yang juga terpapar rokok  yang membawa dampak buruk bagi masyarakat. 
 
“Ada yang bilang vapor bukan rokok, segala produk tembakau yang dikunyah dihisap dan dibakar adalah rokok. Kami menolak jika ada klaim dari elektronik ciggarate untuk membantu kesehatan karena sudah diteliti bahwa produk elektronik nikotin bahkan yang dari hit pun memiliki zat kimia berbahaya,” ungkapnya pada Press Conference ‘Rokok Menghanguskan Masa Depan Bangsa’ MTCC UMY bersama CHED ITB AD bertempat di Hotel Forriz, Jum’at (22/3). 
 
Diah mengkhawatirkan nantinya generasi masa depan yang biasa merokok memiliki produktifitas kecerdasan yang rendah. 
 
“Oleh karena itu, rokok dan bentuk turunannya itu bisa berdampak buruk terhadap Indonesia. Jangan sampai remaja kita terplintir dengan pesan yang tidak baik,” terangnya. 
 
Sementara itu,  Resti Yulianti Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan UMY menjelaskan bahwa rokok elektronik sama berbahaya dengan rokok tembakau, yang juga dalam beberapa titik rokok elektronik lebih berbahaya daripada rokok tembakau. 
 
“Adanya nikotin pada rokok elektronik tidak hanya berjangka pendek tapi berjangka panjang dan berdampak pada berbagai sistem, tidak hanya paru-paru tapi ke berbagai sistem lainnya. Rokok elektronik membuka meningkatnya pintu masuk kecanduan terutama anak-anak remaja,” jelas dia. 
 
Melihat berbagai macam bahaya yang ditimbulkan  rokok tembakau atau elektronik, Dianita Sugiyo, Wakil Ketua MTCC UMY merasa perlu ada kebijakan kebijakan yang mengatur tentang rokok diantaranya; (1) melarang segala bentuk iklan, promosi, sponshorship, termasuk pelarangan display rokok termasuk rokok elektronik, (2) Menolak segala jenis klaim kesehatan yang tidak terbukti tentang rokok elektronik, (3) Mendesak kepada Pemerintah Daerah  untuk segera menetapkan Peraturan Daerah tentang kawasan tanpa rokok dengan memasukkan rokok elektronik dalam kategori rokok elektronik dalam kategori rokok yang diatur, (4) Pemerintah Daerah  harus menegaskan kembali bahwa produk rokok elektronik juga termasuk dalam kategori rokok yang diatur dalam Peraturan Daerah masing-masing.  (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *