Rabu, 17 Juli 2019
Home/ Berita/ Pelantikan PWPM Jatim, Menggerakkan Spirit ke-Indonesiaan untuk Pemuda Mandiri dan Berkemajuan

Pelantikan PWPM Jatim, Menggerakkan Spirit ke-Indonesiaan untuk Pemuda Mandiri dan Berkemajuan

MUHAMMADIYAH.ID, SURABAYA - Melalui acara pelantikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (20/3), Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur resmi memiliki kepengurusan baru periode 2018-2022. Kepengurusan tersebut adalah hasil dari Musyawarah Wilayah XVI Januari 2019 lalu.

Membawa tema “Menggerakkan Spirit ke-Indonesiaan untuk Pemuda Mandiri dan Berkemajuan,” acara dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sa’ad Ibrahim, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, elemen organisasi pemuda dan pemerintahan serta seluruh pimpinan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Memberi pidato iftitah, Ketua Umum PWPM Jawa Timur periode 2018-2022, Dikky Syadqomullah menyampaikan lima poin Khittah Pemuda Muhammadiyah yang harus diingat oleh para anggota Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur. Kelima poin tersebut adalah pemahaman dan pengamalan agama, gerak sosial, kemandirian ekonomi, pendidikan politik kebangsaan, dan pelestarian serta penataan kebudayaan lokal.

Dikky berpesan agar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah segera melaksanakan Musyawarah Daerah. Di depan Gubernur Jawa Timur Khofifah, Dikky juga menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur siap menggerakkan semua potensinya di Jawa Timur untuk membantu misi pembangunan Gubernur.

Menyambung Dikky, Khofifah menyatakan pentingnya penguatan kerjasama antara pemerintah dengan elemen strategis, terutama Muhammadiyah. Khofifah juga berterimakasih kepada Muhammadiyah yang selama ini menurutnya telah banyak membantu dalam pembangunan sumber daya dan kualitas manusia di bidang ekonomi, sosial dan kesehatan.

“Strong partnership adalah inti jatim. Kalau maju, maju bersama, kuat bersama. Saya mengajak (Pemuda Muhammadiyah) menuntaskan kemiskinan di Jawa TImur dimulai dari pemetaan 10 kabupaten termiskin. Semoga dari Grahadi ini lahir perubahan. Layanan-layanan keumatan itu riil dan dibutuhkan masyarakat jatim. Saya berterimakasih kepada Pimpinan Wilayah dan Daerah Muhammadiyah di Jawa Timur,” tuturnya.

Muhammadiyah Selalu Siap Bekerjasama Membangun Bangsa

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto berpesan kepada para pengurus baru periode 2018-2022 untuk amanah dan bertanggungjawab dalam memposisikan Muhammadiyah sesuai khittahnya. Dirinya juga menegaskan bahwa sifat Muhammadiyah adalah menekankan pada amal, bukan pada klaim semata.

“Jangan khawatir Muhammadiyah akan anti NKRI dan Pancasila. Muhammadiyah sangat ingin membangun bangsa bersama-sama. Muhammadiyah paling nasionalis, tapi tidak pernah mengklaim, karena yang penting adalah perbuatan bukan kata-kata. Saya yakin teman-teman membawa idiologi Muhammadiyah bukan untuk mempolitikkan Muhammadiyah,” ungkapnya.

“Sifat dakwah akan menjadi ruh kita dalam perjalanan yang harus dimiliki setiap kader, juga dengan dakwah ekonomi. Kader semuanya mari siapkan diri, kemampuan, semangat, dan kemampuan kita untuk berbuat yang terbaik bagi umat, bangsa dan negara. Jangan sampai kita menjadi penyebab persoalan baru, tapi jadilah solusi atas setiap permasalahan yang ada. Politik jangan sampai memecah kita,” pesannya.

Acara pelantikan yang dilaksanakan selama tiga jam tersebut, berakhir hangat dengan iringan kesenian Terbangan Mars Ya Lal-Wathan dan Sang Surya. (Afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *