Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Optimalkan Penunaian Zakat, Lazismu Jalin Kerjasama dengan Gojek

Optimalkan Penunaian Zakat, Lazismu Jalin Kerjasama dengan Gojek

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Pesatnya perkembangan teknologi, meniscayakan peralihan sistem konvensional kepada sistem digital-elektronik yang semakin memudahkan akses dan mengoptimalkan hasil.

Menanggapi hal tersebut Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan jasa berbasis online terbesar di Indonesia, GO-JEK.

Dilangsungkan di Café Hong Kong - Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (19/3), Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Hilman Latief menyatakan bahwa kerjasama Lazismu dilangsungkan dengan salah satu layanan uang elektronik GO-JEK, yakni GO-PAY.

Kerjasama ini dimaksudkan sebagai langkah baru donasi zakat, infak dan sedekah non-tunai bagi masyarakat.

“Melalui metode ini, sistem kami juga menjadi lebih transparan. Ini adalah upaya kami dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Lazismu senantiasa mendorong setiap inovasi yang berupaya memudahkan orang untuk berzakat melalui berbagai layanan digital,” jelas Hilman.

Sementara itu Chief Corporate Affairs GO-JEK, Nila mengaku bangga dapat bekerjasama dengan LazisMu yang sampai saat ini telah menjangkau 29 provinsi, 200 kabupaten kota dan memiliki 528 kantor layanan.

“Kami sangat senang bekerja sama dengan Lazismu karena kami melihat kesamaan misi dalam menciptakan dampak sosial untuk Indonesia. Dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah, LazisMu memiliki berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat dan distribusi serta transparansinya tidak perlu diragukan,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama ini, metode pembayaran melalui GO-PAY akan terintegrasi langsung dengan aplikasi LazisMu.

GOJEK Beri Pelatihan Wirausaha pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah

Dalam Nota Kesepahaman yang telah diteken, GO-JEK melalui program GO-JEK WIRAUSAHA juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan wirausaha untuk berbagai kampus Muhammadiyah di Jakarta, Solo, Malang, Yogyakarta, dan Makassar.

“Kami melihat Muhammadiyah merupakan organisasi sosial yang memiliki peran penting dalam pendidikan. Populasi mahasiswa Muhammadiyah yang sangat besar dengan semangat berinovasi tinggi berpotensi besar untuk mendorong pemanfaatan teknologi sehingga memberikan dampak positif yang signifikan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini bisa semakin erat sehingga dampak positif teknologi bisa semakin dirasakan oleh warga Muhammadiyah,” tutup Nila. (Afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *