Selasa, 23 April 2019
Home/ Berita/ Warga Muhammadiyah Diharap Tidak Tersapu Tsunami Informasi

Warga Muhammadiyah Diharap Tidak Tersapu Tsunami Informasi

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Keagamaan yang dikembangkan di Muhammadiyah adalah keagamaan yang berkemajuan. Agama islam yang didakwahkan dan diamar ma’rufkan oleh Muhammadiyah itu Islam yang tidak anti modernitas, tidak anti kemoderenan.

“Termasuk kemudian informasi ini, karena berkemajuan maka Muhammadiyah tidak anti kemajuan teknologi informasi, jadi ketika kita baca ada pesantren yang tidak membolehkan televisi, radio, atau HP tapi kalau Muhammadiyah itu sebagai perkembangan yang di terima,” ungkap Hamim Ilyas, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam acara Forum Dialog dan Literasi Media Sosial bertempat di Hotel Cavinton Yogyakarta, Sabtu (16/3).

Hamim melanjutkan, karena TV, radio tadi berkemajuan, Muhammadiyah tidak anti seperti itu termasuk informasi sekarang ini ada internet pun Muhammadiyah juga tidak anti internet dan Muhammadiyah mengimbau supaya internet digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai karena berkembangnya teknologi sekarang, kita sampai mengalami tsunami informasi yang bisa menghancurkan kita. Tsunami ini jangan sampai menghancurkan kita karena kalau tsunami air itu kehancurannya paling jauh menghancurkan negara atau wilayah. Tapi kalau informasi tidak sekadar itu, namun bisa menghancurkan negara tapi juga bisa menghancurkan secara sosial dan kehancuran secara social, dan kehancuran social itu lebih parah daripada kehancuran negara,” jelas Hamim.

Hamim mengatakan, jika negara hancur akibat tsunami mungkin ada generasi baru, namun jika yang hancur adalah sistem sosialnya maka akan terjadi perpecahan dan masalah yang terjadi tidak akan selesai.

“Karena itu bagaimana supaya kita tidak tersapu tsunami informasi yang bisa menghancurkan negara dan sosial tadi, Muhammadiyah melalui majelis tarjih memberikan tuntunan bagaimana berinformasi dengan baik melalui fikih informasi. Mohon buku itu dibaca, diresapi, kemudian diamalkan supaya kita tidak mengalami tsunami informasi yang menghancurkan negara dan sosial kita,” tutup Hamim. (Syifa) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *