Sabtu, 25 Mei 2019
Home/ Berita/ Dosen UMY Hidupkan Tradisi Literasi di Kalangan Guru Sekolah Dasar

Dosen UMY Hidupkan Tradisi Literasi di Kalangan Guru Sekolah Dasar

MUHAMMADIYAH. IDBANTUL- Dua dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Filosa Gita Sukmono dan Fajar Junaedi, menghidupkan tradisi menulis di kalangan guru sekolah dasar. 
 
Keduanya melakukan kegiatan workshop penulisan ilmiah populer bagi guru sekolah dasar. Kegiatan workshop dilaksanakan Sabtu (9/3) di SD Muhammadiyah Karangturi, Banguntapan, Bantul. Tercatat ada lima puluh guru sekolah dasar yang mengikuti workshop ini. 
 
“Program workshop ini bertujuan untuk menghidupkan tradisi literasi di kalangan guru sekolah dasar. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, guru mampu menulis di berbagai media massa dan bahkan buku,” jelas Filosa seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Ahad (10/3). 
 
Filosa menambahkan bahwa luaran dari workshop penulisan ilmiah populer ini adalah buku karya guru.
 
“Jadi saat workshop guru-guru langsung praktek menulis artikel ilmiah populer. Hasil dari karya peserta akan kami kompilasi dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Sebulan setelah pelatihan, buku akan terbit,” tambah Filosa.
 
Pembina SD Muhammadiyah Karangturi, Sukemi Tirta menyatakan bahwa kegiatan workshop ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas guru. “Melalui workshop penulisan, guru-guru diharapkan mampu melakukan inovasi pembelajaran. Selanjutnya setelah guru menulis, mereka bisa mengajari siswa untuk menulis karya,” ujarnya.
 
Filosa Gita Sukmono dan Fajar Junaedi tercatat sebagai dosen UMY yang aktif menulis. Keduanya pernah berkolaborasi menulis buku Komunikasi Multikultur (2015) dan Komunikasi Kesehatan (2018). Pengalaman mereka dalam penulisan inilah yang hendak mereka tularkan kepada para guru.
 
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat UMY ini mendapat sambutan hangat dari para guru. Hal ini bahkan telah terlihat sejak pendaftaran peserta. Dua hari setelah pendaftaran dibuka, kuota peserta langsung penuh. Saat workshop, peserta langsung diajak praktek menulis artikel ilmiah populer.
 
“Tujuan kami adalah peserta benar-benar mampu mempraktekan penulisan ilmiah populer, bukan sekadar memahaminya saja,” tutup Filosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *