Rabu, 22 Mei 2019
Home/ Berita/ Memaknai Keindonesiaan dari Sosok Haedar Nashir

Memaknai Keindonesiaan dari Sosok Haedar Nashir

MUHAMMADIYAH.ID, BENGKULU - Salah satu rangkaian acara Pra Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Bengkulu yakni Launching dan Bedah Buku, Indonesia dan Keindonesiaan yang ditulis oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir dan diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah.

Dalam acara yang dihelat di hall lantai 6 kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini Haedar bercerita bahwa buku tersebut ditulis dalam waktu kurang lebih empat bulan dan disusun secara serius.

“Ini merupakan tulisan yang saya kumpulkan, yang saya tulis di sela-sela kesibukan. Sembari menunggu jam terbang pesawat di bandara atau di stasiun,” ucap Haedar pada Rabu (13/2).

Karenanya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berpesan, agar para generasi milenial memiliki kebiasaan membaca dan menulis. Sebab ini merupakan wahyu Allah SWT pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Membaca dan menulis bisa bikin otak seger,” ujar Haedar.

Jika generasi muda terus digalakkan untuk membaca dan menulis, Haedar optimis rangsangan itu akan menjadi suatu kekuatan yang berkemajuan.

“Jika kita semua punya tradisi membaca dan menulis, untuk menghadirkan Indonesia yang berkemajuan bukan lah suatu yang niscaya,” ucap Haedar.

Dalam kesempatan itu Haedar juga menjelaskan bahwa buku tersebutI a tulis untuk mengajak pembaca melihat suatu masalah dengan banyak perspektif, khususnya dalam memaknai keindonesiaan.

Salah satu yang menjadi catatan Haedar yakni dalam menilai kecintaan terhadap Indonesia yang harus ditunjukkan melalui perbuatan nyata, bukan sekadar klaim. 

"Untuk menunjukkan keindonesiaan bukan dengan klaim dan retorika, melainkan dengan perbuatan nyata,” tutur Haedar.

Turut hadir pada launching dan bedah buku ini Suyatno Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Marpuji Ali Bendahara PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas Ketua PP Muhammadiyah, Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum PP Aisyiyah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu Syaifullah.

Sedang hadir sebagai pembedah adalah Ledyawati Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Tatang Badrun Taman dari Kantor Staf Presiden Deputi Komunikasi Politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *