Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Mendikbud RI: Muhammadiyah Punya Tanggung Jawab Bentuk Karakter Bangsa

Mendikbud RI: Muhammadiyah Punya Tanggung Jawab Bentuk Karakter Bangsa

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Efendi dalam sambutannya di Sarasehan Kebangsaan pra-Tanwir, Kamis (7/2) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan, dakwah kasih sayang sebagai upaya pokok Muhammadiyah dalam menjaga kesatuan bangsa dan membawa Indonesia berkemajuan.

Dakwah yang saat ini lebih banyak menghakimi dan hanya berorientasi pada surga atau neraka, pemilihan dakwah kasih sayang yang pakai oleh Muhammadiyah sebagai alat pemersatu bangsa. Karena dakwah itu merangkul bukan ‘ndengkul’.

“Dakwah kasih sayang, dan menghilangkan sekat primordial menjadi keutamaan dakwah Muhammadiyah.” Ungkap Muhadjir

Bukan hanya sebagai pemersatu, Muhammadiyah juga memiliki tanggungjawab dalam pembentukan karakter bangsa. Melacak jejak sejarah, peletak pembentukan karakter bangsa memiliki keterkaitan dengan kader awal Muhammadiyah.

“Jika melihat Indonesia kedepan lebih maju. Maka, menjadi harus menengok kebelakang peran kader Muhammadiyah dalam meletakkan pembentukan karakter bangsa.” Urainya

Kini, tugas tersebut tidak beralih kepundak lain. Menjalin persaudaraan, persatuan, dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masih menjadi Pekerjaan Rumah bagi Muhammadiyah.

“Tugas kita adalah menciptakan Indonesia berkemajuan.”Ujar mantan Rektor UMM ini.

Namun, didalam internal Muhammadiyah sendiri masih jarang yang menyadari peran Muhammadiyah dalam pembentukan karakter bangsa ini. Padahal jika melacak geneologi karakter bangsa Indonesia, peran Muhammadiyah tidak bisa dinafikan. Soekarno sebagai bapak proklamator, merupakan guru Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Bengkulu dan menantu dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bengkulu.

“Termasuk dalam pemersatu NKRI, integral antara teritorial laut dan tanah negara. Merupakan hasil dari dekralasi Juanda, yang lebih memilih menjadi Guru di sekolahMuhammadiyah dan menolak ditawari menjadi dosen di kampus negeri.” Urai Muhadjir.

Sekarang, tugas sebagai pelanjut estafet penerus bangsa adalah harus memerangi mental kalah di dalam tubuh internal Muhammadiyah.Serta merajut ukhuwah kebangsaan melalui dakwah kasih sayang. (aan)a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *