Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Melalui Koperasi Simpan Pinjam, MPM Percepat Roda Perekonomian Kelompok Difabel

Melalui Koperasi Simpan Pinjam, MPM Percepat Roda Perekonomian Kelompok Difabel

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN Melalui Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemadirian (Bank) Difabel Ngaglik, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah percepat perputaran roda perekonomian pada kelompok difabel wilayah Sleman.

Sajimin, ketua KSP Bank Difabel Ngaglik mengatakan, Koperasi yang berdiri empat tahun lalu dengan modal awal  sebesar Rp 141.154.688. Kini, ditahun 2019aset tersebut telah bertambah menjadi Rp  228.738.133.

“Selain bertambahnya aset, KSP kita juga bertambah anggotanya. Awalnya 43 orang, 27 laki-laki dan 26 perempuan dari 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Jimin dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Ahad (20/1) di Resto Iwak Kali, Jl. Kaliurang, Sleman.

Dalam kesempatan ini, Jimin juga melaporkan hasil usaha tahun 2018. Selain itu, KSP Bank Difabel kedepan untuk bisa diakses lebih luas lagi oleh para difabel yang berada diluar Sleman.

“Hasil usaha KSP pada 2018 naik 28% dari tahun sebelumnya. Semoga terus berkembang, sehingga kebermanfaatan untuk kemandirian difabel bisa semakin tersebar,” tambahnya

Sementara itu, Ahmad Ma’ruf wakil ketua MPM PP Muhammadiyah berpesan, capaian yang sebenarnya dari pemberdayaan yang dilakukan terhadap difabel bukan nominal aset KSP yang bertambah banyak. Melainkan kebersatuan dan solidaritas yang terbangun kesesama, serta tingkat kemandirian yang terus tumbuh pada kelompok difabel.

“Ingat, nominal aset yang dimiliki KSP bukan tujuan utama. Tapi guyub rukun serta kemandirian lebih bermakna serta harus terus dipertahankan,” pesan Ma’ruf.

Kedepan, Dosen Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini berharap kegiatan kelompok Difabel ini bisa mengarap sektor lain, bukanhanya ekonomi. Misalkan kesehatan dan pendidikan.

“Terus lakukan kreasi yang berguna bagi kemandirian difabel, bukan hanya sektor ekonomi. Melainkan seperti kegiatan di sektor pendidikan dan kesehatan bagi difabel,” tandasnya. (a'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *