Rabu, 16 Januari 2019
Home/ Berita/ Sinergitas Majelis dan Lembaga PP Muhammadiyah Bantu Korban Bencana di Indonesia

Sinergitas Majelis dan Lembaga PP Muhammadiyah Bantu Korban Bencana di Indonesia

MUHAMMADIYAH.ID YOGYAKARTA - Muhammadiyah mensinergikan majelis guna melakukan recovery wilayah terdampak bencana alam di Palu.

Pada rapat terbatas yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Senin (7/1) di Gedoeng Moehammadijah Jl. KH. Ahmad Dahlan, No 103, Ngampilan, Yogyakarta. Membahas tentang pemilihan sektor yang urgent untuk segera dilakukan recovery pasca bencana.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan berujar bahwa, perlu adanya sinergi setiap majelis Muhammadiyah untuk memberikan peran sesuai dengan kebidangan masing-masing dalam penanganan kebencanaan.

Dilanjutkan Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah bahwa, MDMC selain melakukan penanganan tanggap darurat bencana juga melakukan assesment yang akan dipakai untuk melakukan recovery pasca bencana.

“Selain penanganan bencana, kita juga telah melakukan assesment yang kemudian hasil temuan data-data tersebut kita sampaikan kepada majelis lain untuk saling berbagi peran dalam recovery pasca bencana,” urainya.

Dosen Pascasarjana Magister Ilmu Hubungan Internasional (MIHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menjelaskan temuan setelah melakukan assesment di 8 titik di Palu meliputi permasalah di empat sektor. Yakni, pertanian, perkebunan, nelayan dan industri kecil menengah (IKM).

Sementara itu, Ahmad Ma’ruf, Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah menyambung yang disampaikan Rahmawati.

“Bertolak dari hasil assesment yang dilakukan MDMC, MPM juga akan melakukan assesment lanjutan guna memantapkan road map program yang akan dilakukan disana,” tuturnya.

Ma’ruf menjelaskan, terkait tahap penanganan bencana yang awalnya penyitas berada pada masa emergency respon yang telah dilakukan oleh MDMC, beranjak ke tahap transisi dan rehabilitasi, kemudian sampai pada tahap recovery yang akan dilakukan oleh MPM dan bisa melibatkan majelis lain.

“Sistem kerja di Muhammadiyah memakai kolektif kolegial, artinya dalam menangani persoalan, termasuk bencana. Muhammadiyah menyatukan majelis di bawahnya dalam penyelesaian persoalan tersebut, guna berbagi peran sesuai kebidangan masing-masing,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk penanganan tahap awal recovery akan dilakukan secepatnya di bulan Januari tahun 2019. Sementara untuk menuntaskan seluruh program, MPM menganggarkan waktu mulai tahun 2019 sampai dengan 2020. (A'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *