Rabu, 16 Januari 2019
Home/ Berita/ Tantangan Dakwah Pelajar Makin Berat, Sunanto Minta IPM Rumuskan Desain Strategi Dakwah

Tantangan Dakwah Pelajar Makin Berat, Sunanto Minta IPM Rumuskan Desain Strategi Dakwah

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID ꟷ Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Majelis Pendidikan Kader menggelar Darul Arqom bagi para anggota PP IPM periode 2018-2020 yang baru dilantik, Kamis (3/1/2019) lalu.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto mendapat kesempatan memberikan materi Tausiyah Kebangsaan bagi kader-kader PP IPM.

Pada kesempatan tersebut, Sunanto menyampaikan pentingnya IPM menafsirkan kembali hakikat dan strategi dakwah Muhammadiyah di tengah ribuan kader IPM se-Indonesia.

Bagi pria yang akrab disapa Cak Nanto, dakwah IPM perlu menyasar kader pelajar Muhammadiyah sesuai kebutuhan dan kondisi eksisting kader Pelajar Muhammadiah itu sendiri.

Tantangan dakwah di kalangan pelajar saat ini tidak sederhana. Menurutnya, Selain kebutuhan asupan materi pendidikan yang mampu menjawab persoalan yang dihadapi bangsa, tantangan lain adalah perubahan sosial politik serta teknologi yang memengaruhi perkembangan dinamika pendidikan di sekolah. IPM perlu merumuskan desain hakikat dakwah dan strategi perjuangan dakwah IPM.

Kornas JPPR ini juga menekankan pentingnya dakwah humanis dan menggembirakan di kalangan pelajar Muhammadiyah. Pendekatan kreatif dan sesuai dengan psikologi remaja perlu dipertimbangkan.

“Perintah Alquran seperti tertuang dalam surat An Nahl ayat 125 perlu diturunkan dengan pendekatan strategi yang kontekstual. Dengan demikian, dakwah IPM akan menjadi ikon baru bagi gerakan dakwah pelajar Islam,” ujarnya, Sabtu (5/1).

Sunanto juga menyampaikan selamat atas kepemimpinan baru PP IPM. Dalam konteks dakwah kebangsaan, Sunanto mengajak adik-adik IPM untuk membangun kolaborasi secara baik bersama Pemuda Muhammadiyah.

Orientasi dakwah kebangsaan kita adalah memastikan agar exponen bangsa ini menjalankan amanah konstitusi dengan benar dan sungguh-sungguh. Untuk itu Angkatan Muda Muhammadiyah juga perlu melakukan distribusi kader bangsa dengan ruang yang tersedia.

Karena itu, AMM perlu melakukan desain transformasi kader bangsa secara sunguh-sungguh. Tidak jamannya lagi kita hanya memikirkan diri sendiri dalam memimpin organisasi ini. Patut direnungkan bahwa kita sebagai pengurus pimpinan pusat, diberikan amanah oleh forum tertinggi muktamar dan mewakili ribuan bahkan jutaan anggota organisasi se-Indonesia. Mari kita berkarya dengan mengedepankan visi kebersamaan, dan transformasi kader.  (nns)


Ed: Dzar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *