Senin, 27 Mei 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Harus Memperkaya Perspektif Tentang Kebudayaan

Muhammadiyah Harus Memperkaya Perspektif Tentang Kebudayaan

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus menjadi madrasah pemikiran yang mampu membawa kemajuan dan perubahan sosial. Itu adalah modal agar Indonesia menjadi negara yang maju, dan Muhammadiyah selalu bergerak untuk mencapai hal itu.
 
Hal di atas seperti disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurutnya, perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah, harus menjadi 
penghasil generasi berkemajuan yang juga fokus pada kebudayaan. 
 
"Selain itu, juga harus lahir sebagai agen perubahan sosial. Kita lihat di zaman dahulu, sejak awal berdirinya, Muhammadiyah gencar mendirikan ladang sosial," ujarnya dalam agenda "Sidang Senat Terbuka" Milad ke-58 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu (29/12) di Amphitarium Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan.  
 
Terkait kebudayaan, Haedar menyoal bahwa Muhammadiyah harus memperkaya perspektif kebudayaan. Di awal berdirinya, Muhammadiyah punya peran dalam mensitesiskan kebudayaan dan menyalurkan agama yang puritan. 
 
"Jika kita kaji kenapa Islam di Indonesia menjadi mayoritas padahal dulunya Hindu, karena proses islamisasi kita ada connecting dengan kebudayaan, sehingga orang bisa menerima dan akhirnya memeluk agama islam," paparnya.
 
Haedar menambahkan perihal  tiga peran besar kekuatan Islam di Indonesia, yakni akulturasi budaya, integrasi sosial dan fungsi pencerahan.
 
"Akulturasi budaya berarti adanya kedekatan antara agama dengan kebudayaan. Integrasi sosial artinya bahwa agama kita punya nilai sosialis dan humanis. Serta yang ketiga, islam menghadirkan fungsi pencerahan, ini adalah peran vital Muhammadiyah," kata Haedar. 
 
"Oleh karena itu, Muhammadiyah harus bisa bergerak lebih progresif demi kemajuan bangsa ini," tutupnya. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *