Minggu, 26 Mei 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Selalu Mengikhtiarkan Pembaharuan untuk Kemajuan

Muhammadiyah Selalu Mengikhtiarkan Pembaharuan untuk Kemajuan

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Seperti diketahui bahwa Yogyakarta adalah tempat kelahiran Muhammadiyah. Saat ini, spirit dalam bermuhammadiyah harus kembali digelorakan. Hal ini untuk menjadikan generasi muda mengenal dan tidak melupakan sejarah Muhammadiyah.
 
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam agenda "Sidang Senat Terbuka" Milad ke-58 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu (29/12) di Amphitarium Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan. 
 
Dalam kesempatan itu, Muhadjir yang juga merupakan Ketua PP Muhammadiyah, mengatakan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah harus menguatkan penyaluran ilmu Al-islam Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai salah satu ciri otentik Muhammadiyah. 
 
"Hendaknya, Al-islam Kemuhammadiyahan itu jangan hanya diwujudkan sebagai ilmu pengetahuan, tetapi disempurnakan dengan adanya praktek atau kunjungan lapangan, misalnya mengkaji Kemuhammadiyahan langsung di Museum Muhammadiyah yang saat ini masih proses pembangunan," kata Muhadjir.
 
Dengan begitu, kata Muhadjir, generasi muda akan mengetahui dengan jelas terkait sejarah Muhammadiyah, misalnya seputar pendiri Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan.
 
"Jangan sampai ke depannya, generasi muda jadi buta sejarah, tidak tahu sejarah. Jangan sampai buta akan sejarah Muhammadiyah. Ini yang menguatkan kita bahwa pendirian situs kunjungan Muhammadiyah itu benar-benar diperlukan," ujarnya. 
 
Di akhir, Muhadjir menyampaikan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang selalu mengikhtiarkan pembaruan untuk kemajuan. Tidak akan berhenti demi kontribusi untuk negeri ini.
 
"Kita harus berbenah, banyak hal yang harus disiapkan untuk menghadapi masa depan. Kalau kita diam, kita akan tergerus. Belajar dari masa lalu, sejak sebelum merdeka, Muhammadiyah sudah memikirkan untuk mendirikan sekolah. Seraplah spirit itu untuk kemajuan kita ke depan, teruslah bergerak menjadi pelopor" tutupnya. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *