Minggu, 24 Maret 2019
Home/ Berita/ Di Depan Dubes RRT, PP Muhammadiyah Sampaikan Tiga Poin

Di Depan Dubes RRT, PP Muhammadiyah Sampaikan Tiga Poin

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Terkait memanasnya isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dialami oleh umat Islam Uyghur di Xinjiang, Republik Rakyat Thiongkok (RRT), Duta Besar RRT untuk Republik Indonesia Xiao Qian bersilaturahim ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat (28/12) guna mengetengahkan permasalahan yang sebenarnya terjadi.
 
Xiao Qian datang ditemani oleh Kepala Bagian Politik Wang Shikun, Kepala Bagian Press dan Diplomasi Publik Huang Hui, Atase Dong Tianyue dan penerjemah Li Jibin. 
 
Sementara hadir dari PP Muhammadiyah diantaranya Ketua Umum Haedar Nashir, Sekretaris Umum Abdul Mu'ti ditemani beberapa Ketua PP Muhammadiyah yang lain seperti Agus Taufiqurrahman, Bachtiar Effendi, Busyro Muqoddas, Hajriyanto Thohari, dan Syafiq Mughni. 
 
Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa dialog yang dilakukan di antara Kedubes RRT dan pimpinan PP Muhammadiyah berjalan sangat akrab dan terbuka.
 
Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa Duta Besar RRT Xiao Qian sangat kooperatif dan terbuka dalam menyampaikan informasi dan keterangan mengenai keadaan masyarakat Uyghur.
 
"Dengan tetap menghormati kebijakan politik dalam negeri dan kedaulatan RRT, kami memberi masukan agar Pemerintah RRT selain memberikan penjelasan yang terbuka pada publik, juga agar menjadikan Xinjiang terbuka oleh orang luar," tegas Haedar.
 
"Kami juga berharap RRT sebagai negara besar yang punya kekuatan ekonomi dan diplomasi yang luas bisa menjadi pelopor paradigma politik internasional dalam menuntaskan masalah seperti di Uyghur dengan pedekatan yang komprehensif, perdamaian, non-kekerasan dan nilai kemanusiaan secara bersama," imbuh Haedar sembari menyampaikan bahwa Indonesia memiliki pengalaman resolusi konflik di Aceh dan Papua dengan pendekatan damai, komprehensif dan kompromistik. 
 
Lebih lanjut, Haedar menyampaikan dua poin berikutnya adalah berkaitan dengan Tenaga Kerja Asing asal RRT dan investasi berbagai perusahaan RRT di Indonesia.
 
"Karena ini menyangkut hubungan dua negara, kami menghormati perusahaan RRT, tapi juga ke depan agar semakin diperluas kesempatan yang seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal Indonesia," ujar Haedar sembari mengaku Xiao Qian menyambut masukan tersebut dengan baik dan positif.
 
Mengenai Masalah Uyghur
 
Xiao Qian menyampaikan bahwa RRT adalah negara yang menghormati kebebasan beragama sesuai dengan jaminan Undang Undang RRT. Islam adalah salah satu agama yang diakui oleh RRT selain Kristen, Katolik, Taoisme dan Buddhisme.
 
Terkait masalah Xinjiang, Xiao Qian menyampaikan bahwa RRT tidak pernah menjajah dan menduduki negara Islam.
 
"Xinjiang terbuka. Tahun lalu ada 100 juta wisawatan. RRT juga tegas mendukung perjuangan Palestina. Beberapa negara Barat melalui medianya megambil posisi yang tidak adil," jawab Xiao Qian.
 
Menurut Xiao Qian, kamp yang dituduhkan selama ini adalah tempat pelatihan vokasi berbagai macam keterampilan wira usaha di samping pelajaran bahasa mandarin yang bersifat sukarela dan profesional.
 
Terakhir, Xiao Qian menyampaikan belasungkawa dan keprihatinannya atas bencana alam tsunami yang menimpa Banten dan Lampung. Xiao menyampaikan bantuan dari rakyat RRT melalui PP Muhammadiyah.
 
"Kami berterimakasih atas belasungkawanya, maka kami berharap dukungan dan belasungkawa ini menjadi hal yang positif dalam meningkatkan hubungan antara Muhammadiyah dengan masyarakat RRT," pungkas Haedar. (Afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *