Sabtu, 23 Maret 2019
Home/ Berita/ Peringati Satu Abad HW, Kwartir Pusat HW Gelar Silatnas dan Jambore Nasional

Peringati Satu Abad HW, Kwartir Pusat HW Gelar Silatnas dan Jambore Nasional

MUHAMMADIYAH.ID, CIBUBUR - Dalam rangka Silaturahim Nasional (Silatnas) 1 Abad Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), Kwartir Pusat HW Muhammadiyah mengadakan Apel Besar Mahrojan atau Jambore Nasional yang digelar di Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (20/12).

Acara yang sebelumnya dijadwalkan berada di Lapangan Terbuka Gunung Kidul tersebut merupakan puncak dari rangkaian Apel Bersama Kwartir Pusat HW yang telah dimulai melalui Pawai Silaturahim Satu Abad HW di Yogyakarta, 18 November 2018 silam.

Ketua Koordinator Bidang Lapangan Apel Besar Bambang Suwedi menyampaikan bahwa latihan kepanduan yang digagas oleh Kyai Ahmad Dahlan memiliki  andil besar dalam membina bangsa, terbukti munculnya berbagai tokoh nasional didikan HW seperti Jenderal Soedirman, KH Dimyati, Surono, Ki Bagus Hadikusumo, Perdana Menteri Adam Malik, Presiden Soeharto, Sunandar Priyo Soedarmo, Kasman Singodimedjo dan lain sebagainya.

Menyambung Bambang Suwedi, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa HW memiliki sejarah yang panjang dan andil yang besar dalam memerdekakan Indonesia ini.

"HW adalah barisan kepanduan pertama yang dibentuk oleh pribumi. Karena saat itu kepanduan hanya dimiliki oleh anak-anak keturunan dan sekolah Belanda saja. Awalnya diambil nama 'Pembela Tanah Air', tapi karena bersiasat agar tidak dicurigai Belanda, maka dipakai dalam bahasa Arab 'Hizbul Wathan'. Ketika awal kemerdekaan dibentuk tentara PETA, kekuatan utamanya adalah HW. HW menjadi bibit kekuatan bersenjata dalam mengusir penjajah," ungkap Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir menyatakan bahwa HW merupakan cetak biru bagi konsep pendirian Gerakan Pramuka di Indonesia.

"Tahun 1951 ada gagasan menyatukan seluruh kepanduan di tingkat nasional bernama Pramuka oleh Presiden Soekarno. Hamengku Buwono IX mengambil berbagai konsep gerakan kepanduan yang ada di HW. Karena itu Kemendikbud akan berusaha menjadikan Pramuka sebagai konfederasi sehingga kepanduan lain seperti HW bisa tetap eksis," imbuhnya.

Di depan 5.528 peserta Apel Akbar dari seluruh Indonesia yang bertema "Kepanduan Hizbul Wathan untuk Indonesia Berkemajuan", Muhadjir berharap agar semua anggota HW dari yang masih kanak-kanak hingga usia senja tetap menjaga sikap keperwiraan dan komitmen menjaga HW.

"Saya berharap HW mengembangkan diri tidak hanya di sekolah-sekolah Muhammadiyah, tapi juga di sekolah lain. Tirulah Tapak Suci yang bisa diterima di mana-mana  Saya berharap ini diikuti, agar HW menyongsong kebangkitan baru," pungkasnya. (Afandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *