Sabtu, 23 Maret 2019
Home/ Berita/ Melalui Semangat Ta’awun, Muhammadiyah Mengajak Umat untuk Menjaga Rasa Kesatuan Bangsa

Melalui Semangat Ta’awun, Muhammadiyah Mengajak Umat untuk Menjaga Rasa Kesatuan Bangsa

MUHAMMADIYAH.ID, LAMPUNG – Ta’awun untuk Negeri adalah sejarah lahir, tumbuh, dan berkembangnya Muhammadiyah. KH Dahlan membangun Muhammadiyah dengan spirit ta’awun dengan gerakan al-maun.

Hal tersebut disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam acara Milad 106 Tahun Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung bertempat di Grha Bakti Pramuka, Bandar Lampung, Rabu (12/12).

Menurut Haedar, Ta’awun untuk Negeri erat kaitannya dengan kondisi bangsa kita saat ini.

“Yang pertama kita merasakan gelisah saudara-saudara kita di Lombok juga Palu Donggala dan Sigi yang luar biasa mereka menderita akibat musibah dan tentu sebelum ini peristiwa juga terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Yogyakarta. Muhammadiyah mencoba hadir mewujudkan ta’awun untuk negeri yang dilakukan oleh LazisMu, MDMC, ‘ Aisyiyah juga seluruh kekuatan kita. Mungkin secara fisik mereka pulih tetapi secara psikologis mereka belum pulih. Maka ketika kita ingin bertaawun hadirlah untuk mereka yang membutuhkan,” ungkap Haedar.

Haedar menjelaskan juga bahwa kontribusi Muhammadiyah sudah cukup banyak dilakukan. Contohnya seperti membangun 650 hunian sementara di Nusa Tenggara Barat, bahkan membantu di tingkat konflik internasional diantaranya Rohingnya dan Bangladesh.

Sementara dalam konteks kebangsaan, kata Haedar, rakyat Indonesia saat Indonesia tengah berhadapan dengan situasi tahun politik.

“Kalau ada dua calon tentu perbedaannya luar biasa, masing-masing punya perbedaan cara dan kepemimpinan. Juga rakyat yang pilihannya berbeda, ada yang rasional, hitung-hitungan, tetapi ada juga yang tradisional. Dalam situasi seperti itu wajar kalau terjadi gesekan politik yang tidak wajar, karena itu perbedaan pilihan politik,”kata Haedar.

Muhammadiyah dengan kerendahan hati mengajak dengan semangat taawun walaupun berbeda pandangan dan kepentingan politik tetapi rasa memiliki sebagai kesatuan bangsa harus tetap utuh.

“Muhammadiyah sendiri harus memberi contoh caranya dengan di Muhammadiyah kalau sudah ada perbedaan politik tidak usah gaduh dan bertengkar apalagi sampai lupa membangun amal usaha. Silahkan memilih dengan apa yang kita yakini dan dirasakan baik. Begitulah kenapa kami PP Muhammadiyah menjaga semangat taawun, kalau kita tidak bisa memberi contoh, orang lain tidak akan meniru kita ketika kita melakukan kebaikan,” pungkas Haedar. (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *