Selasa, 25 Juni 2019
Home/ Berita/ Hadiri Milad 106 Muhammadiyah di Lampung, Haedar Ajak Warga Kembangkan Kualitas Amal Usaha

Hadiri Milad 106 Muhammadiyah di Lampung, Haedar Ajak Warga Kembangkan Kualitas Amal Usaha

MUHAMMADIYAH.ID, LAMPUNG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir hadiri acara Milad 106 Tahun Muhammadiyah “Ta’awun Untuk Negeri” yang diselenggarakan  Pimpinan Wiayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, bertempat di Grha Bakti Pramuka Bandar Lampung, Rabu (12/12).

Dalam  tausyiahnya Haedar mengatakan, di usia 106 tahun Muhammadiyah kita harus melangkah lebih jauh kedepan, dan untuk melangkah ke sana, tentu kita harus berbenah, muhasabah, refleksi diri, dan  perkokoh paham Islam dalam Muhammadiyah.

Sebagai gerakan Islam, Haedar melanjutkan, jiwa, landasan, ruh, pemikiran, bingkai warga Muhammadiyah harus dipahami secara mendalam dan luas agar tidak fanatik buta, merasa benar sendiri, dan tidak salah kaprah atas nama Islam.

Selain itu, Haedar berpesan agar warga Muhammadiyah harus tetap menggalakkan gerakan keilmuan.

“Yang tidak kalah penting, hidupkan terus gerakan jamaah di bawah, pengurus masjid madrasah diniyah dan masyarakat di bawah untuk kita hadirkan tabligh dan dakwah yang membawa kemaslahatan. Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam harus hadir di jamaah tapi syaratnya apa? Ukhuwah. Orang Muhammadiyah juga jangan gampang kemasukan paham yang keras,” tutur Haedar.

Menurut Haedar warga Muhammadiyah juga perlu mengembangkan kualitas amal usaha, karena Islam yang dipahami Muhammadiyah yakni dalam bentuk dinnul amal, yakni agama perbuatan.

“Kita punya 176 perguruan tinggi, 45 Universitas, ada 12 Universitas kita yang punya fakultas kedokteran. 5 Institusi pun terakreditasi A dengan total seluruh mahasiswa berjumlah 600.000. Dengan amal usaha ini kita mampu mencerdaskan dan memajukan bangsa,” tutur Haedar.

Diakhir Haedar juga mengingatkan bahwa warga Muhammadiyah perlu memperkokoh peran kemasyarakatan dan kebangsaan demi keutuhan bangsa dan negara.

“Kita ingin mewujudkan negara Indonesia yang adil, makmur dan beradab, serta baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Membangun bangsa dan negara sesuai prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, keadilan dan kerakyatan. Sehingga warga Muhammadiyah harus hadir di sana juga,” tutupnya. (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *