Kamis, 13 Desember 2018
Home/ Berita/ Hari Relawan Internasional, Ketua MDMC: Relawan Harus Mampu Menjaga Kemurnian Niat

Hari Relawan Internasional, Ketua MDMC: Relawan Harus Mampu Menjaga Kemurnian Niat

MUHAMMADIYAH.ID,YOGYAKARTA -  Relawan harus mampu menjaga kemurnian niat, serta relawan bukan hanya memberi bantuan ketika dalam kedaruratan, tetapi juga harus mampu menciptakan masyarakat tangguh berkesinambungan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Budi Setiawan, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam menyambut Hari Relawan Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Desember.

Budi berharap kepada seluruh relawan dan khususnya relawan Muhammadiyah untuk memberi dengan ikhlas dan terbaik.

“Relawan harus memberi yang terbaik kepada masyarakat, dalam arti memberi untuk meningkatkan dan membangun masyarakat yang tangguh dan paham akan kebencanaan,” ucap Budi saat ditemui redaksi muhammadiyah.id pada Rabu (5/12).

Membentuk ketangguhan masyarakat merupakan langkah strategis yang bisa dilakukan oleh relawan. Karena dengan demikian, tugas kerelawanan bisa terbantu karena pemahaman masyarakat tentang fungsi kerelawanan yang kemudian mereka implementasikan untuk membantu diri mereka dan diteruskan kepada yang lain.

“Langkah tersebut bisa membantu kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan penanganan awal kebencanaan,” tambahnya

Tugas kerelawanan merupakan tugas yang mulia, jangan dinodai dengan motif lain ketika melakukan pelayanan. Budi menganggap bahwa, beberapa kasus tentang ‘penyelewengan’ motivasi yang dimiliki oleh relawan ketika memberikan pelayanan sebagai tindakan yang tidak benar.

Budi menegaskan pentingnya dalam menjaga kemurnian niat yang dimiliki oleh relawan ketika sedang melakukan tugas kerelawanan.

“Sikap kerelawanan merupakan tugas yang semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan seorang yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu menjadi tidak benar jika relawan diselipkan kepentingan-kepentingan lain,” ucapnya.

Indonesia sebagai nergara rawan bencana, dikhawatirkan akan memunculkan lembaga atau relawan yang memiliki sampiran motif bermacam-macam yang tidak benar. Sehingga bisa mengotori kemuliaan tugas para relawan. Maka, diperlukan kesadaran baik oleh para relawan dan masyarakat untuk bisa melakukan pengawasan terkait hal ini.

“Memang di sini (Indonesia) masih jarang ditemukan kasus penyelewengan terkait kerelawanan, tapi bukan berarti tidak ada. Maka, dibutuhkan kesadaran bersama untuk saling mengawasi,” tutupnya. (a'an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *