Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ IPM Magelang Cetak Da'i Berkompeten

IPM Magelang Cetak Da'i Berkompeten

MUHAMMADIYAH.ID, MAGELANG – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Magelang terus menyiapkan kader-kader militan diberbagai bidang keilmuan dengan menggelar Pelatihan Da’I Pelajar II, pada tanggal 1 hingga 4 November di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang. 
 
Pelatihan yang mengusung tema “Gerakan Dakwah Milenial sebagai Upaya Perwujudan Pelajar Magelang di Era Disruptif” ini diikuti oleh puluhan peserta dari utusan SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah Se-Kabupaten Magelang. 
 
Tujuan pelatihan ini kata Marina Melani, Ketua PD IPM Kabupaten Magelang untuk membentuk da’i yang berkompeten dalam keilmuan Islam dan metode dakwah di Kabupaten Magelang. 
 
"Sehingga pelajar mampu berdakwah di era disrupsi dan menjawab permasalahan pelajar dalam rangka mendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,”katanya.  
 
Lebih lanjut Marina menambahkan, bahwa ada dua pilihan bagi IPM di era disrupsi ini berubah atau punah. Tentunya IPM akan memilih berubah untuk mengikuti kebutuhan zaman. Sehingga pada Pelatihan Da’i Pelajar II inilah peserta akan dilatih untuk menjadi da’i yang tidak hanya pandai ceramah di dunia nyata tapi juga pandai memanfaatkan teknologi sebagai media berdakwah.
 
“Pelajar Muhammadiyah harus bisa segera beradaptasi, dan mengenali bagaimana keadaan sekarang yang penuh dengan perubahan yaitu era disrupsi. Tidak lagi sekedar berubah, melainkan langsung bergeser atau menggantikan yang sudah berdiri sebelumnya dalam waktu yang cepat. Sehingga sudah saatnya IPM mengubah strategi dakwah lama menuju gerakan dakwah milenial yang tepat sasaran sesuai kondisi pelajar saat ini yang semuanya sudah serba digital,” jelasnya
 
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang sangat mengapresiasi terselenggaranya Pelatihan Da’I Pelajar II. Hal ini di ungkapkan oleh Muhammad Rofi, Wakil Ketua PDM Kabupaten Magelang dalam sambutannya yang sekaligus meningatkan tantangan pelajar Muhamamdiyah. 
 
“Ada dua tantangan zama yang mengharuskan da’i untuk mengikuti era millenial yaitu pertama, evalusi terhadap apa yang sudah disampaikan. Dan kedua, perlu adanya pembuatan peta dakwah di kalangan pelajar sehingga mampu memahami kondisi sosial budaya sesuai objek dakwahnya (mad’u). Untuk menjadi seorang pelajar yang berkompeten harus bisa menjadi yang kritis, memiliki kemampuan yang bagus dan mampu berkolaborasi,” sambutnya di hadapan para pesera pelatihan da’i. 
 
Adapun materi Pelatihan Da’i II Pelajar ini diantaranya mengenai Islam berkemajuan, gerakan dakwah Muhammadiyah, IPM di era millenial dan disrupsi, gerakan dakwah IPM, gerakan dakwah dan dakwah virtual. (Andi
 
Sumber: Siti Nurhayati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *