Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ Muhammadiyah Maksimalkan Potensi PTMA untuk Bantu Percepat Rekonstruksi Gempa Palu

Muhammadiyah Maksimalkan Potensi PTMA untuk Bantu Percepat Rekonstruksi Gempa Palu

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA –  Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama Muhammdiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) berkoordinasi untuk memaksimalkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) untuk terlibat dalam memberikan bantuan bagi korban bencana gempa Donggala dan Palu.

Berdasar asesmen yang dilakukan oleh MDMC, rekonstruksi pasca gempa yang terjadi di Donggala dan Palu akan berlangsung lama. Sehingga, dibutuhkan kekuatan yang besar dalam mengembalikan kondisi di daerah tersebut.

“Banyak PTM yang memiliki prodi-prodi yang relevan dengan kebutuhan di sana, misalnya keperawatan, kedokteran, psikologi, termasuk teknik sipil. Sehingga dengan menerjunkan SDM yang berasal dari PTMA sangat memungkinkan untuk percepat rekonstruksi di Donggala dan Palu,” jelas Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ketika dihubungi redaksi muhammadiyah.id pada Jum’at (2/11).

Sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana, SDM dari PTM yang akan dimobilisasi akan difungsikan untuk psikososial, pendidikan, teknik bangunan, kesehatan, revitalisasi UM Palu, serta revitalisasi Klinik Siti Fadhilah. Relawan yang akan diterjunkan dibagi menjadi beberapa kloter dan diterjunkan mulai dari tanggal 1 November hingga 31 Desember. Dan total relawan yang akan diterjunkan berjumlah 375 orang dan melibatkan 94 PTMA.

Sayuti berharap, dengan melibatkan unsur PTM dan PTA, akan membangun kepedulian sosial civitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen.

“Diharapkan para civitas akademika akan menyadari bahwa musibah bisa terjadi dimana-mana kalau sudah biasa saling membantu seperti itu, mereka akan peka ketika terjadi bencana disekelilingnya,” jelas Sayuti.

Selain itu, juga akan membantu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang ditumbuhkan oleh PTM dan PTA, yang payungnya dapat berupa pengabdian masyarakat.

“Secara SDM kita punya banyak mahasiswa meskipun tidak fleksibel dalam waktu, tapi jika tepat waktunya bersama KKN itu bisa dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat, sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Sayuti.

Sekadar diketahui, keterlibatan PTM dan PTA dalam membantu korban gempa di Donggala dan Palu sudah berjalan, baik dalam memberikan bantuan berupa uang melalui Lazismu, maupun dengan menerjunkan relawan ke lokasi bencana. Namun, dengan adanya mobilisasi SDM yang lebih besar lagi, pemulihan pasca gempa akan berjalan dengan lebih cepat. (adam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *